TEMPAT-TEMPAT DENGAN POLUSI TERBURUK DI DUNIA

Blackenedgreen tidak membuat daftar: artis paling top 2009, wanita paling seksi 2009, album musik paling keren 2009, mobil paling ngetrend 2009, film Indonesia paling ngejreng, hal-hal yang paling dari seluruh dunia. Ada jutaan daftar-daftar seperti itu, dengan kesadaran bahwa masing-masing pihak di dunia ini punya selera dan agenda masing-masing mulai dari ekspresi selera pribadi sampai yang benar-benar remeh temeh.

Daftar berikut bukanlah rekaan Blackenedgreen, namun kutipan yang diterjemahkan dari majalah TIME, untuk pembaca blog berbahasa Indonesia, karena Blackenedgreen punya “agenda”. TIME beberapa tahun lalu pernah memuat artikel yang menyatakan bahwa Jakarta adalah salah satu tempat di dunia yang paling tidak layak untuk dijadikan tempat bermukim.

Silahkan lihat daftar ini dari sudut pandang anda.

TEMPAT-TEMPAT DENGAN POLUSI TERBURUK DI DUNIA

Naskah asli oleh Brian Walsh untuk TIME
Yang anda baca di blog ini adalah terjemahan bebas, kontekstual dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia oleh Blackenedgreen.

1 dari 10
Linfen, Cina
foto:Reinhard Krause / Reuters
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 3.000.000
Jenis Polutan: Batubara dan partikel
Sumber Polusi: Mobil dan emisi industri

Kota kelam di propinsi Shanxi di pusat Cina ini membuat London di era Charles Dickens kelihatan asri bagaikan taman alam. Shanxi adalah pusat dari jalur batur bara Cina, dan perbukitan di sekitar Linfen dipenuhi tambang, baik resmi mapun gelap, dan udara dipenuhi abu. Jangan jemur pakaian disini – warnanya akan berubah jadi hitam sebelum kering. Agen Perlindungan Lingkungan milik negara di Cina menyatakan bahwa Linfen mempunyai kualitas udara terburuk di negeri tersebut, tentu saja, Bank Dunia melaporkan bahwa 16 dari 20 kota dengan polusi terrburuk di dunia adalah milik Cina. Seorang warga Linfen merangkumkan situasi kotanya kepada seorang reporter TIME tahun lalu: “tempat kami ini tak ada bagus-bagusnya.”

2 dari 10
Tianying, Cina

Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 140.000
Jenis Polutan: Timah dan logam-logam berat lainnya
Sumber Polusi: Tambang dan pabrik

Sebuah kota industri – walaupun sebenarnya hanya ada satu jenis kota diseluruh Cina; kota industri – di batas timur laut Cina, Tianying memproduksi setengah dari keseluruhan timah Cina. Akibat tekhnologi yang terbelakang dan peraturan yang buruk, kebanyakan dari limbah logam berakhir di air dan tanah Tianying, dan dalam aliran darah anak-anak yang menyebabkan penurunan IQ. Timah yang ditemukan pada gandum 24 kali lebih tinggi dari standar Cina, yang sebenarnya lebih ketat daripada peraturan Amerika atas timah. “Cina mempunyai komitmen terhadap perlindungan lingkungan, tapi juga mempunyai komitmen kepada industri,” kata Richard Fuller dari Institut Blacksmith. “Tarik menarik ini selalu dimenangkan oleh industri.” tambahnya.

3 dari 10
Sukinda, India
foto: Chandra Bhushan / Centre for Science and Environment
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 2.600.000
Jenis Polutan: Hexavalent chromium, dan logam-logam lain
Sumber Polusi: Tambang dan pabrik chromite

Jika anda pernah menonton Erin Brokovich, anda akan tahu apa arti hexavalent chromium: logam berat yang jahat digunakan untuk memproduksi stainless steel dan memproses kulit yang bersifat carcinogenic (dapat menyebabkan kanker) jika dihirup atau ditelan. Di Sukinda, dimana terdapat tambang bijih chromite terbesar di dunia, 60 persen dari air minum mengandung hexavalent chromium dua kali lebih banyak dari standar internasional. Sebuah LSM di India memperkirakan ada 84,75 persen kematian di area pertambangan – tempat dimana segala peraturan tidak berlaku – yang terkait dengan penyakit yang diakibatkan oleh chromite. Sama sekali tidak ada usaha untuk membersihkan kontaminasi.

4 dari 10
Vapi, India
foto: Amit Shanker
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 71.000
Jenis Polutan: Kimia dan logam berat
Sumber Polusi: Pusat industri

Jika lingkungan di India secara keseluruhan lebih sehat daripada tetangganya, Cina, hal itu karena India berkembang lebih lambat. Namun hal itu telah berubah, dimulai dari kota seperti Vapi, yang terletak di ujung selatan dari rangkaian pusat industri sepanjang 400 km. Bagi warga, harga dari pembangunan terlampau buruk: tingkat merkuri pada air tanah di kota tersebut dilaporkan 96 kali lebih tinggi daripada tingkat aman WHO, dan logam berat terserap ke udara dan produk-produk lokal. “Bencana,” kata Fuller.

5 dari 10
La Oroya, Peru
foto: Mathew Burpee
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 35.000
Jenis Polutan: Timah, tembaga, seng, dan sulfur dioksida
Sumber Polusi: Tambang dan pabrik logam berat

Timah adalah kontaminan yang paling sering muncul dalam daftar Blacksmith karena akibatnya bagi anak-anak begitu mematikan. Di La Oroya, kota tambang di pegunungan Andes di wilayah Peru, 99 persen anak-anak terkontaminasi timah pada darahnya yang melebihi batas wajar, semua akibat pusat peleburan yang dimiliki oleh Amerika yang telah mengotori kota tersebut sejak tahun 1922. Tingkat kontaminasi timah rata-rata, menurut survey 1999, adalah tiga kali lipat dari batas WHO. Bahkan setelah emisi aktif dari pusat peleburan dikurangi, timah yang mengendap akan tetap berada di tanah La Oroya selama berabad-abad – dan sampai saat ini belum ada rencana pembersihan.

6 dari 10
Dzerzhinsk, Russia
foto: Vladimir Smirnov / Itar-Tass / Landov
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 300.000
Jenis Polutan: Kimia dan limbah beracun, termasuk sarin dan gas VX
Sumber Polusi: Pabrik senjata jaman perang dingin

Warisan dari program senjata perang dingin telah meninggalkan kerusakan lingkungan di bekas wilayah Uni Soviet, namun Dzerzhinsk adalah yang terburuk. Agen perlindungan lingkungan yang berpusat di kota tersebut memperkirakan hampir 300.000 ton sampah kimia – termasuk beberapa racun saraf paling berbahaya yang dikenal manusia – telah dibuang secara sembarangan di Dzerzhinsk antara tahun 1930 sampai 1998. Bagian dari air di kota tersebut terinfeksi dioxins dan phenol pada tingkatan yang dilaporkan sampai 17 juta kali lebih tinggi dari batas aman. Guinness Book of World Records menyebut Dzerzhinsk sebagai kota dengan polusi kimia terburuk di dunia, dan pada tahun 2003 tingkat kematian melebihi tingkat kelahiran sebesar 260 persen.

7 dari 10
Norilsk, Russia
foto: Sergey Ponomarev / AP
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 134.000
Jenis Polutan: Polusi udara – partikel, sulfur dioksida, logam berat, phenols
Sumber Polusi: Tambang dan pabrik nikel dan besi

Norilsk didirikan pada tahun 1935 sebagai tempat tinggal budak-budak pekerja, dan kehidupan disana terus memburuk sejak saat itu. Pusat dari kompleks peleburan besi terbesar di dunia, labih dari 4 juta ton cadmium, tembaga, timah, nikel, arsenic, selenium, dan seng dilepas ke udara setiap tahun. Sampel udara melampaui batas yang normal baik untuk tembaga maupun nikel, kematian akibat penyakit pernafasan jauh lebih tinggi daripada Rusia secara keseluruhan. “Dalam radius 48 km dari kompleks peleburan besi, tidak ditemukan satupun pohon yang hidup, ini adalah tanah mati.” kata Fuller.

8 dari 10
Chernobyl, Ukraine
foto: Viktor Drachev / AFP / Getty
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: perkiraan awal adalah 5,5 juta namun masih diperdebatkan.
Jenis Polutan: Radiasi
Sumber Polusi: Kebocoran nuklir

Ketika Chernobyl bocor pada 26 April 1986, pabrik yang hancur itu melepaskan radiasi 100 kali lebih banyak daripada bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki. Saat ini zona kontaminasi seluas 30 km disekitar pabrik masih belum dapat didiami, dan antara 1992 sampai 2002 lebih dari 4000 kasus kanker thyroid terdiagnosa pada anak-anak Rusia, Ukraina, dan Belarusia yang pernah tinggal di zona kontaminasi. “Insiden itu adalah kecelakaan industrial terbesar di dunia,” kata Fuller. “Kontaminasi akan tetap ada sampai puluhan ribu tahun kedepan.” Saat ini usaha masih dilakukan untuk mencegah kebocoran radiasi yang lebih luas dari pabrik mati tersebut.

9 dari 10
Sumgayit, Azerbaijan
foto: Andy Johnstone / Panos
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 275.000
Jenis Polutan: Kimia Organis, minyak dan logam berat
Sumber Polusi: Petrokimia dan kompleks industri

Sebuah warisan dari ketidakpedulian Uni Soviet terhadap lingkungan – Stalin pernah berkata dengan pongah bahwa dia bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan alam – Pabrik-pabrik yang banyak dijumpai di Sumgayit saat masih beroperasi, melepaskan sebanyak 120.000 ton emisi berbahaya, termasuk merkuri, ke udara setiap tahun. Kebanyakan dari pabrik-pabrik tersebut telah ditutup, namun polutan masih tinggal – dan tidak seorangpun mau bertanggung jawab. “Tempat ini adalah tempat pembuangan limbah raksasa,” kata Fuller.

10 dari 10
Kabwe, Zambia
foto: Blacksmith Institute
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 225.000
Jenis Polutan: Timah dan cadmium
Sumber Polusi: Tambang dan pabrik timah

Ketika kandungan timah yang kaya ditemukan didekat Zimbabwe pada tahun 1902, Zambia masih berstatus koloni Inggris dengan nama Rhodesia Utara, dan hampir tidak ada perhatian terhadap pengaruh dari logam beracun terhadap penduduk asli Zambia. Sepuluh tahun kemudian keadaan tidak membaik, dan meskipun tambang-tambang tersebut sudah tidak beroperasi lagi, tingkat polusi timah di Kabwe sangat tinggi. Rata-rata tingkat kontaminasi timah pada anak-anak adalah 5 sampai 10 kali lebih tinggi daripada standar yang ditetapkan Agensi Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, bahkan cukup tinggi untuk menyebabkan kematian. “Kami melakukan pemeriksaan darah terhadap anak-anak ini, akibatnya peralatan kami malah rusak,” kata Fuller. “Ada sejarah panjang yang buruk disini.” Namun ada secercah harapan: Bank Dunia baru saja mengalokasikan US$ 40 juta untuk proyek pembersihan.

Versi asli (online) dari artikel ini dan bagaimana daftar ini disusun dapat anda temukan disini.

Disclaimer:
All images are the property of their respective owners, and provided with each photos respectively. The inclusion of the photos within this translated article of the original which is owned by TIME magazine is for the sole purpose of conveying meanings and the purpose of the original article (which link is also provided here). Should there be any problem for the usage of any materials in this blog’s article, compelling me to remove them, please notify me through my email: tumpalponti@gmail.com , and I will execute the necessary requested actions. Blackenedgreen gained no profit in any kind whatsoever in publishing this article in this personal blog.

Membatasi Dampak Rumah Kaca Tanpa Menyakiti yang Miskin.

Michael D. Lemonick
Newsweek, Juli 2009
Terjemahan

Salah satu isu tersulit yang dihadapi negara-negara dalam usaha mengurangi emisi rumah kaca adalah masalah keadilan. Amerika Serikat, Eropa Barat, Jepang, dan beberapa negara lain mempunyai standar hidup yang tinggi, diakibatkan oleh sejarah panjang penggunaan energi fosil yang murah – batu bara, minyak, dan gas alami – yang kini kita ketahui sebagai sumber utama dari karbon dioksida yang memanaskan planet ini. Namun membuat pembatasan terhadap emisi membuat energi menjadi mahal, artinya negara berkembang tidak akan dapat menaikkan standar kehidupan mereka dengan mudah. Mereka berpikir, kenapa mereka harus bekerja lebih keras daripada negara yang telah berkembang yang telah mendapatkan kesempatan untuk menikmati hidup?

Kembali ke tahun 1997, jawabannya, seperti yang ada pada Protokol Kyoto adalah mereka tidak harus bekerja lebih keras. Naskah itu hanya mewajibkan pemotongan pada negara-negara industri maju, itulah alasannya kenapa politisi Amerika menolaknya. Sekarang China adalah penghasil gas rumah kaca terbesar daripada Amerika Serikat secara keseluruhan, dan para ilmuwan telah memiliki pengertian yang lebih baik seberapa pentingnya pengurangan emisi secara global untuk menghindari planet yang panas. Jadi masalahnya sangat penting sementara isu keadilan tidak kurang menyakitkan.

Namun sebuah hasil penelitian yang baru saja diterbitkan oleh National Academy of Sciences mungkin dapat menawarkan sebuah peluang atau paling tidak sebuah sketsa peluang. Bukan dengan mewajibkan batasan yang didasarkan pada kesuluruhan emisi dari sebuah negara, fokusnya seharusnya berada pada penghasil emisi terbesar, tidak perduli dimana mereka berada, kata pimpinan peneliti Shoibal Chakravarty, dari Princeton University dan beberapa rekannya. “Sebagian dari emisi tersebut,” kata Chakravarty, “dihasilkan oleh 10 persen populasi bumi.” Kebanyakan mereka tentu saja berasal dari negara-negara industri maju, namun kata Massimo Tavoni, salah satu peneliti, “ada juga orang di China yang mengendarai Ferrari dan sering berpergian dengan pesawat.” Jadi dengan tawaran skema baru ini, tulis mereka, “Seluruh individu penghasil emisi CO2 tertinggi di dunia di perlakukan sama, dimanapun mereka berada.”

Salah satu cara untuk melakukan hal ini adalah dengan memberikan batasan berapa banyak emisi yang dapat dihasilkan oleh seseorang, dan menghitung target nasional berdasarkan angka itu. Misalnya anda ingin memastikan bahwa pada tahun 2030, emisi tidak lebih besar daripada saat ini – sekitar 30 milyar metrik ton CO2 per tahun. Tanpa adanya batasan, angka itu dapat membengkak menjadi 43 milyar pada tahun 2030.

Namun anda dapat mencapai tujuan dengan menetapkan batasan emisi tertentu pada setiap individu di dunia sebanyak 10.8 ton per orang per tahun – dan sekarang ada lebih dari 1 milyar orang yang menghasilkan emisi sebesar angka tersebut. “Sekitar seperempat dari orang tersebut,” kata Chakravarty, “hidup di Amerika Serikat, seperempat tinggal di China, seperempat tinggal di OECD (Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, kebanyakan berasal dari Eropa) dan seperempat lagi tinggal di belahan bumi lainnya.

“Rata-rata orang Amerika,” kata Tavoni, “menghasilkan sekitar 20 ton saat ini, jadi hal ini akan menjadi sangat sulit. Artinya orang Amerika harus membuat banyak sekali pengurangan.” Di Eropa, rata-ratanya mendekati 10, jadi bisa dikatakan tidak ada yang harus dikurangi, namun pada prakteknya, siapapun yang hidup di atas batasan harus membuat pengurangan. (Sebagai catatan, tidak ada seorangpun yang mencatat pengeluaran setiap individu, namun pada kenyataannya, tingkat pendapatan yang tinggi mempunyai korelasi positif dengan emisi yang tinggi. Para ilmuwan menggunakan data Bank Dunia untuk memperkirakan berapa banyak individu pada setiap negara berada di atas batasan emisi.) Rata-rata orang China adalah 4 ton per orang, dan orang India adalah satu ton – dan peraturan yang sama berlaku. “Jadi, bahkan negara-negara miskin harus melakukan sesuatu.”

Para peneliti juga mencatat bahwa banyak orang yang hidup diluar jalur ekonomi bahan bakar fosil, dalam kemiskinan yang akut. “Anda ingin membawa orang-orang yang sangat miskin ini naik ketingkat kemiskinan normal,” kata Rob Socolow, salah satu peneliti di Universitas Princeton, “memberikan mereka sedikit listrik, akses terhadap transportasi bermotor, bahkan jika hanya motor roda dua, dan bahan bakar untuk memasak yang tidak harus dikumpulkan dengan tangan.” Untuk melakukan hal itu, kata para peneliti, dunia dapat menetapkan sebuah garis batas emisi karbon, katakanlah 1 ton per tahun (yang akan menurunkan batasan global dari 10.8 ke 10.3 ton). “Ada sebuah ideologi di luar sana,” kata Socolow, “yang menyatakan, ‘Saat kau pergi menolong orang-orang yang sangat miskin, jangan jerat mereka dengan bahan bakar fosil.’ Bagi saya ini keterlaluan. Orang-orang ini layak mendapatkan solusi termurah bagi masalah mereka. Tentu saja, terkadang solusinya adalah biofuel atau panel matahari. Namun terkadang solusinya adalah minyak tanah, dan itu adalah solusi yang tepat.”

Para peneliti tidak menganggap bahwa ide mereka bersifat final dalam hal mengatasi masalah keadilan, penelitian ini juga bukan merupakan yang pertama. “Pada batasan tertentu,” kata Chakravarty, “kami menemukan bahwa ada orang lain yang telah memikirkan skema yang paling tidak sama, walaupun dengan detil yang berbeda.” Namun ketika lebih dari 100 negara bertemu di Copenhagen pada bulan Desember nanti pada sebuah konferensi untuk membahas sebuah perjanjian untuk melanjutkan Protokol Kyoto, dia mengatakan, ide-ide seperti ini mungkin dapat membantu memecahkan kebuntuan dalam hal keadilan.

*Lemonick adalah peneliti senior pada Pusat Iklim (www.climatecentral.org), sebuah lembaga nir-laba terkait komunikasi perubahan iklim.

KUIS UNTUK MENGUBAH HIDUP ORANG ATEIS

Penulis: Daren Butler
Editor (English): Dominic Evans
Reuters 3 Juli 2009
Terjemahan

Apa yang terjadi jika seorang Imam agama Islam, Pendeta agama Kristen, dan Pendeta Budha dikumpulkan ke dalam satu ruangan yang penuh dengan orang-orang ateis?

Stasuin televisi Turki, Kanal T berharap hal ini akan menaikkan rating saat mereka menyiapkan sebuah pertunjukan kuis dimana pemimpin spiritual dari 4 aliran kepercayaan akan mencoba merubah pendirian sekelompok orang yang tidak percaya.

Hadiah dari kuis tersebut adalah perjalanan ke tempat-tempat suci yang sesuai dengan pilihan agama mereka masing-masing – Mekah untuk Muslim, Vatican untuk orang Kristen, Yerusalem untuk Yahudi dan Tibet untuk Budha.

Namun para pemimpin agama di Turki yang didominasi Islam yang beraliran sekular tidak terkesan dengan dengan format pertunjukkan kuis realita baru ini dan Direktorat Urusan Keagamaan menolak untuk menyediakan seorang Imam untuk pertunjukkan tersebut.

“Melakukan hal seperti ini atas nama rating adalah sebuat penghinaan terhadap semua agama. Agama seharusnya tidak menjadi subjek dari sebuah acara hiburan,” dikatakan oleh Pimpinan Majelis Tinggi Urusan Keagamaan, Hamka Aktan, pada kantor berita nasional, Anatolian, setelah berita mengenai acara tersebut muncul.

Para pembuat “Kompetisi Para Pentaubat” tidak menyesal dan menolak klaim bahwa pertunjukkan tersebut, dijadwalkan untuk mulai disiarkan di bulan September, akan merendahkan agama.

“Kami memberikan hadiah terbesar di dunia, hadiah kepercayaan kepada Tuhan,” dikatakan oleh kepala eksekutif Kanal T, Seyhan Soylu pada Reuters.

“Kami tidak setuju dengan orang-orang ateis. Tuhan itu maha besar dan tidak masalah agama mana yang kau percayai. Yang penting kau percaya,” kata Soylu.

Proyek ini memfokuskan perhatiannya pada isu identitas agama di Turki yang merupakan kandidat anggota Uni Eropa, dimana kelompok pembela hak asasi mengkhawatirkan kebebasan beragama bagi para minoritas non-Muslim.

Pengkritik dari partai yang berkuasa, partai AK, yang berakar dari politik Islam namun sekuler, beranggapan bahwa acara itu memiliki agenda ke-Islam-an yang tersembunyi, tuduhan ini ditolak.

Sekitar 200 orang telah mendaftar sejauh ini, dan 10 kontestan akan dipilih bulan depan.

Sebuah tim ahli agama akan memastikan bahwa para ateis adalah benar-benar ateis, tidak sekedar ingin menjadi terkenal atau mendapatkan liburan gratis.

INGIN MENGEHEMAT ENERGI? BERPIKIRLAH SEPERTI ORANG JEPANG

Daniel Gross
Newsweek June 2009
terjemahan

Sejak awal saya sudah curiga ada yang salah ketika kami, kelompok jurnalis yang berkeliling Jepang selama 10 hari sampai di perusahaan media Nikkei, dan para rekan kami dari Jepang, para kolumnis dan editor minta maaf karena tidak menggunakan dasi. Kami telah menerima instruksi bahwa pertemuan ini bersifat bisnis formal, jas dan dasi. Namun setelah beberapa menit kami mengerti kenapa para rekan kami dari Jepang berlaku kasual. Pendingin udara di dalam kantor baru mereka di Tokyo tampak tidak bekerja sebagaimana mestinya. Panas dan lembab seperti di Miami.

Berjalan-jalan dengan kendaraan umum di seputar kota, saya pikir saya sedang berhadapan dengan epidemik kerusakan pengatur udara. Pemandangan karyawan Jepang tanpa dasi menyambut orang-orang Amerika yang basah oleh keringat terjadi juga di Kementerian Luar Negeri, Bank Jepang, dan markas Partai Demokrat Jepang. Ruang konfrensi di Federasi Besi dan Baja Jepang seperti sauna. Ini adalah misteri, karena Jepang juga terkenal karena 1) formalitas bisnis dan 2) mengembangkan tekhnologi pendingin.

Namun segera misteri ini terpecahkan. Jepang telah menyambut tekhnologi dan praktek yang mengurangi emisi dan memerangi pemanasan global dengan antusias. Jepang menemukan kendaraan hybrid (berjalan dengan lebih dari satu sumber energi), mempunyai sistem transit massa yang luas, dan menggunakan tenaga angin. Tahun 2005 Menteri Lingkungan Yuriko Koike, seorang politisi wanita yang terkenal, berusaha mencari cara untuk memotong penggunaan energi. Dan dia menawarkan kampanye Cool Biz. Idenya: pemerintah akan memotong pengeluaran dengan menyesuaikan pengatur udara di bangunan-bangunannya pada 28 derajat Celcius – 82.4 derajat Fahrenheit – selama musim panas. Dengan cepat hasil didapat dan juga diadaptasi oleh para pengusaha. Sejak ahli energi Jepang menyadari bahwa hanya dengan membuka kancing pada kerah baju dapat membuat orang merasa 4 derajat lebih dingin, cara berpakaian seperti ini telah menjadi bagian dari mentalitas Cool Biz. Orang yang kami temui minggu ini masih menggunakan jas, dasi dan kancing lengan panjang adalah orang-orang Amerika – diplomat di kedutaan dan promotor dari Kamar Dagang Amerika di Jepang.

Penemu Cool Bis menerapkan apa yang diajarkannya. Koike adalah Hillary Clinton-nya Jepang, mantan reporter di televisi, dia bekerja sebagai menteri pertahanan wanita Jepang yang pertama dan kemudian gagal menjadi pemimpin di partainya. Dia masih mencoba mendobrak atap besi Jepang. Kami mengunjungi Koike di dalam kantor distriknya yang begitu panas, membicarakan politik sementara sebuah klip mengulas karir penyiarannya di televisi. “Sangat penting bagi kita untuk menciptakan masyarakat yang menggunakan sedikit karbon,” katanya “akan membuat ekonomi kita semakin makmur.” saat kami keluar dari gedung itu, menemukan kelegaan ditengah udara sore, Koike berlalu dalam sebuah Prius.

Jangan salah mengerti. Menaikkan termostat di musim panas dan menurunkannya di musim dingin adalah cara yang baik untuk mengurangi penggunaan energi dan melawan pemanasan global. Tapi jika kita harus melalui jalan ini sebagai komunitas bisnis global, kita bisa mempertimbangkan untuk mengijinkan para profesional pergi berkerja dengan celana pendek dan kaos.

Dan saya sadar bahwa Cool Biz bisa jadi tidak produktif bagi Jepang. Jepang mungkin sedang mengalami krisis existensial. Ekonominya tumbuh dengan lamban selama lebih dari satu dekade, dan populasinya berkurang. Seakan-akan bangsa tersebut telah kehilangan kapasitasnya untuk berkerja keras dan ber-reproduksi.

Kiyoaki Fujiwara, direktur biro kebijakan ekonomi dari Federasi Bisnis Jepang, menunjukkan sebuah tabel yang begitu jelas menunjukkan penurunan populasi yang tajam selama 50 tahun kedepan dan efek ekonomi yang buruk sebagai akibatnya. Tapi mungkin ada hubungan antara isu demografi/ekonomi Jepang dengan program Cool Biz. Dalam sebagian besar dari tahun ini, panas di dalam ruangan menyerap keinginan untuk membuat rencana bisnis atau meningkatkan populasi. Sebagaimana yang pernah dikatakan seorang ahli Jepang yang terkenal Cole Porter “It’s Too Darn Hot.”

Arti Penting Steve Jobs

Daniel Lyons
Newsweek Juni 2009
Terjemahan

Saya baru saja menghabiskan waktu satu jam untuk mengantri di toko Apple untuk membeli produk yang tidak saya butuhkan. Barang kelas atas itu adalah iPhone 3GS, dan harganya $299, dan saya mengantri walaupun saya sudah memiliki iPhone 3G model tahu lalu, belum lagi BlackBerry yang dikeluarkan oleh NEWSWEEK, sebuah Nokia, dan Palm Pre baru, walaupun kredit. Kenapa saya melakukan semua ini? Karena, iPhone yang baru mempunyai prosesor yang lebih cepat daripada pendahulunya, dan kamera yang lebih baik, juga bisa merekam video. Barang ini juga mempunyai lebih banyak memori, jadi saya bisa membawa lebih banyak lagu atau film. Namun sesungguhnya saya melakukan semua ini karena saya percaya apapun yang dikeluarkan oleh orang-orang di Apple akan memiliki kualitas yang pantas dengan harga yang ditawarkan. Saya melakukannya karena saya selalu mau memiliki yang terbaru dan terhebat dari Apple. Anda lihat, Apple dan konsumen setianya (seperti saya) telah membuat kesepakatan: Apple akan selalu mengembangkan produknya dalam tenggang waktu yang singkat, dan membunuh produk-produk tuanya. Sebagai balasan, kami akan selalu membeli apapun yang mereka buat.

Ditengah-tengah semunya ini, sebagian orang berpikir apakah Apple akan lebih baik jika Steve Jobs tidak kembali setelah absen karena sakit. Jobs, CEO Apple yang penuh visi, telah absen sakit selama 6 bulan dan telah melakukan transplantasi liver. Telah kembali bekerja, namun ada sebagian orang yang sepertinya berharap Jobs tidak kembali. Isu ini telah menjadi ramai di Wall Street Journal akhir-akhir ini, dengan memuji Tim Cook yang melakukan pekerjaan yang luar biasa selama pemimpin yang terkasih absen. Seorang analis Wall Street mengatakan bahwa kehilangan Cook akan lebih mengecewakan baginya daripada kehilangan Jobs. Selama Jobs absen, saham Apple telah naik 60 persen, dan perusahaan itu menjual 1 juta unit iPhone 3GS pada akhir minggu pertama produk tersebut diluncurkan.

Jadi siapa yang membutuhkan Steve Jobs? Terutama karena dia dikenal sebagai orang yang sulit. Dia menciptakan budaya korporasi yang aneh terkait kerahasiaan tentang kesehatannya dan segala hal lainnya di Apple, seperti yang disampaikan oleh New York Times.

Kolumnis dari Times, Joe Nocera lebih jauh mengatakan bahwa jika Jobs dan para direkturnya tidak mau berterus terang atas kesehatannya, maka mereka bersalah karena “melalaikan tugas” dan harus dipaksa untuk mengundurkan diri.

Ok, harus diakui bahwa Jobs adalah orang yang menyebalkan, kebanyakan dari kita mungkin tidak mau berkerja untuknya, atau tinggal bertetangga dengannya, atau harus menegosiasikan sebuah perjanjian dengannya. Dia manja dan arogan, dan mempunyai karakter yang buruk. Tapi dia juga brilian. Antrian di depan toko Apple? Bukan diciptakan oleh Tim Cook. Bukan juga Phil Schiller, kepala pemasaran Apple, atau Ron Johnson, bos retail yang menjalankan toko-toko, atau bahkan Jon Ive, Ahli desain dari Apple. Steve Jobs lah yang membuat orang-orang itu mengantri, dialah yang mempunyai visi. Dialah yang menginspirasi para penggemar.

Cook adalah manajer yang hebat, seorang pesulap terkait pengaturan rantai persediaan dan menjaga kereta tetap berjalan tepat waktu. Dia penting bagi Apple. Jobs tidak dapat melakukan apa yang dilakukan oleh Cook, demikian juga sebaliknya. Faktanya Apple membutuhkan keduanya. Maafkan saya atas analogi ini: jika anda telah melihat film Star Trek yang terbaru, dan anda akan mengerti bagaimana Cook dan Jobs bekerja sama. Cook adalah Spock: tenang, mengedepankan pemikiran, metodis. Dia adalah perbandingan Apolonian terhadap Kirk, Dionisian yang keras kepala. Kirk itu impulsif tapi tidak ada yang menolak kenyataan bahwa dia, bukan spok, yang seharusnya menjadi kapten kapal.

Begitu juga dengan Apple dan Steve Jobs, bahkan lebih. Apple adalah Steve, Steve adalah Apple. Tidak ada CEO yang sebegitu pentingnya terhadap perusahaan seperti Jobs dan Apple. Saya akan berargumen lebih jauh, bahwa tidak hanya Apple butuh Steve Jobs, dunia juga membutuhkannya. Di masa dimana penemuan di bidang tekhnologi semakin cepat, begitu cepat sehingga kita sering merasa tenggelam, kita membutuhkan seseorang yang dapat mempaketkan tekhnologi, membuatnya tersedia untuk kita dengan cara yang sederhana, berguna, dan dapat diandalkan. Ada berapa hal dalam hidupmu yang bekerja sebaik Macintosh mu, atau iPod mu, atau iPhone mu? (diluar fakta kualitas jalur AT&T yang jelek.)

Jadi, ya, saya mengantri untuk mendapatkan iPhone baru. Segera setelah saya mendapatkannya, di toko itu saya mengetikkan akun MobileMe saya, jasa online Apple, dan melihat saat seluruh kontak e-mail, kalender, dan bookmark terbang melalui udara dan mengisi iPhone baru saya. Seperti Sihir. Tanpa halangan.

Lalu saya kembali ke kantor dan mencoba menulis artikel ini dalam komputer yang berjalan dengan Windows 7 versi beta. Saya tengah menulis sebuah paragraf saat komputer itu berhenti bekerja, tanpa alasan yang jelas. Saya hidupkan kembali, menulis ulang paragraf dan komputer tersebut membeku lagi tanpa sebab. Saat itu saya menyerah dan menulis artikel itu dalam MacBook Pro saya, notebook yang mahal namun sangat kuat, berjalan dengan sistem operasi yang tidak pernah gagal berkerja. Saya tidak tahu apa yang membuat suatu sistem operasi lebih baik daripada yang lain, namun saya tahu dibutuhkan seseorang yang mempunyai otoritas yang terus menerus mengatakan kepada para tekhnisi bahwa sesuatu tidak cukup baik, kembali dan lakukan hal yang lebih baik. Dan kawanku, itulah alasan kenapa Apple dan kita semua membutuhkan Steve Jobs.

Mengumpulkan Tenaga Nirkabel Untuk Telepon Seluler.

Duncan Graham Rowe
MIT’s Technology Review
June 2009
(terjemahan)

Sebuah telepon seluler yang tidak membutuhkan pengisian ulang tenaga, mungkin tidak masuk akal, namun Nokia menyatakan bahwa mereka sedang mengembangkan tekhnologi yang dapat menarik cukup tenaga dari gelombang radio di udara untuk membuat sebuah telepon selular selalu terisi.

Radiasi elektromagnetik di udara – dihasilkan oleh pemancar Wi-Fi, antena telepon seluler, pemancar televisi, dan sumber lain – dapat diubah menjadi arus listrik yang cukup untuk membuat batere tetap terisi, kata Markku Rouvala dari Pusat Penelitian Nokia, di Cambridge, Inggris.

Rouvala menyatakan bahwa kelompoknya sedang mengerjakan sebuah prototipe yang dapat mengumpulkan tenaga sampai 50 miliwatt – cukup untuk mengisi, secara perlahan, tenaga sebuah telepon selular yang sedang dalam keadaan mati. Dia mengatakan prototipe yang ada saat ini mampu mengumpulkan tenaga antara 3 sampai 5 miliwatt.

Ciptaan Nokia ini akan bekerja berdasarkan prinsip yang sama dengan crystal radio atau deskripsi identifikasi frekuensi radio: dengan mengubah gelombang elektromagnetik menjadi sinyal listrik. Hal ini membutuhkan 2 sirkuit pasif. “Bahkan jika anda hanya mendapatkan mikrowatt, anda masih dapat mengumpulkan energi, asalkan sirkuit tidak memakan lebih banyak tenaga daripada yang diterimanya,” kata Rouvala.

Untuk meningkatkan jumlah tenaga yang dapat dikumpulkan dan cakupan kerjanya, Nokia berusaha untuk mengumpulkan banyak frequensi yang berbeda-beda. “Dibutuhkan sebuah penerima wideband,” kata Rouvala untuk menangkap sinyal antara 500 megahertz dan 10 megahertz – sebuah jangkauan gelombang yang mencakup kebanyakan sinyal radio komunikasi.

Berdasarkan sejarah, tekhnologi pengumpul energi hanya dapat ditemukan di pasar khusus, untuk memberi tenaga pada sensor nirkabel. Jika klaim Nokia terbukti, maka mereka dapat mendorong pengumpul energi menjadi peralatan konsumen yang umum.
Pada awal tahun ini, Joshua Smith dari Intel dan Alanson Sample dari Universitas Washington mengembangkan sensor temperatur dan kelembaban yang mendapatkan tenaga dari sinyal yang dipancarkan oleh antena TV 1.0 megawatt dari jarak 4.1 kilometer. Namun hanya dapat menghasilkan tenaga 60 mikrowatt.

Smith mengatakan 50 miliwatt memerlukan sekitar 1000 sinyal kuat dan antena yang dapat menangkap jangkauan frekuensi yang luas tersebut dapat menyebabkan hilangnya efisiensi.

“Untuk medapatkan 50 miliwatt adalah hal yang besar,” tambah Harry Ostaffe, kepala pemasaran Powercast, perusahaan yang berpusat di Pittsburgh, yang menjual sistem untuk mengisi ulang sensor dengan jarak sekitar 15 meter dengan menggunkan sinyal radio khusus.

Steeve Beeby, teknisi dan ahli fisika di Universitas Southampton, Inggris, yang telah meneliti pengumpulan energi getaran, mengatakan, “Jika mereka dapat mengambil 50 miliwatt dari frekuensi radio di udara, mereka akan membuat saya bangkrut.” Dia mengatakan bahwa potensinya sangat besar karena pemutar MP3 umumnya hanya menggunakan tenaga sekitar 100 miliwatt dan cenderung berada pada modus hemat energi.

Nokia bersikap tertutup atas detil proyek ini, namun Rouvala meyakini masa depan dari alat ini: “Saya katakan bahwa alat ini mungkin dapat diproduksi dalam tiga atau empat tahun.” Tentunya, dia katakan, bahwa Nokia berencana untuk menggunakan teknologi ini bersama dengan pendekatan pengumpulan energi lainnya, seperti panel matahari yang diintegrasikan dengan kulit telepon seluler.

Internet Sumber Informasi Paling Populer.

Reuters
17 Juni 2009
(terjemahan)

Sejauh ini internet adalah sumber informasi paling populer dan pilihan utama untuk berita sebelum televisi, koran dan radio, menurut sebuah poling baru-baru ini di Amerika Serikat.

Namun hanya sebagian kecil orang dewasa di Amerika Serikat yang menganggap situs sosial seperti Facebook dan MySpace sebagai sumber berita yang baik, bahkan lebih sedikit yang memilih Twitter.

Lebih dari setengah orang yang merespon survey interaktif Zogby yang menyatakan bahwa mereka akan memilih Internet jika mereka diharuskan memilih hanya satu sumber berita, 21 persen untuk televisi, dan 10 persen baik untuk koran maupun radio.

Hanya 10 persen yang menganggap situs sosial sebagai sumber penting bagi berita, dan diluar hiruk pikuk media terkait Twitter hanya 10 persen yang menggunakannya sebagai sumber informasi.

Internet juga dipilih sebagai sumber berita yang paling terpercaya oleh lebih dari 40 persen orang dewasa, dibandingkan dengan 17 persen yang memilih televisi, 16 persen yang memilih koran dan 13 persen yang memilih radio.

Zogby menyatakan “Poling ini memperkuat pemikiran bahwa usaha yang dilakukan oleh penerbit-penerbit koran yang besar, televisi, dan radio untuk menggiring konsumen ke situs mereka masing-masing telah membuahkan hasil.”

Hampir separuh dari 3,030 orang dewasa yang terlibat dalam survey online tersebut menyampaikan bahwa situs koran nasional penting bagi mereka, diikuti dengan 43 persen yang memilih situs televisi.

Blog dianggap kurang penting dibandingkan situs dengan 28 persen yang menyatakan bahwa blog yang mempunyai pandangan politik yang sama dengan mereka adalah hal yang penting.

“Kenyataan bahwa situs kantor berita dianggap jauh lebih penting daripada blog – yang kebanyakan merupakan tempat penyimpanan opini tanpa reportase aktual – dapat dianggap sebagai dukungan bagi media secara keseluruhan,” tambah Zogby.

Ketika diminta untuk mengintip masa depan, sebanyak 82 persen mengtakan bahwa Internet akan menjadi sumber berita utama dalam waktu 5 tahun kedepan, dibandingkan 13 persen untuk televisi dan 0.5 persen yang memilih koran.

Menurut penelitian industri 84 persen orang Amerika memiliki akses ke Internet.

Kenapa Baterai Laptop Anda Mati Begitu Cepat

Daniel Lyons
Newsweek
18 Juni 2009
(Terjemahan)

Bayangkan jika para produsen mobil berkumpul bersama dan mulai menghitung konsumsi bahan bakar dari mobil-mobil dengan test canggih versi mereka sendiri – dimana mobil-mobil dijalankan menuruni bukit dengan mesin pasif. Tiba-tiba mereka membuat klaim yang cukup luar biasa: SUV seberat 3 ton itu mampu berjalan sejauh 480 kilometer hanya dengan 4 liter bahan bakar! Dan mobil yang ini bahkan bisa mencapai 800 kilometer! Tercetak kecil dibawah stiker jendela sebuah klausa yang menyatakan bahwa, tentu saja, angka ini relatif.

Gila bukan? Namun hal seperti itu juga terjadi dengan laptop dan daya tahan beterenya. Pernah melihat selebaran yang mengiklankan sebuah laptop merk Dell seharga $599 yang beterenya mampu bertahan “sampai 5 jam dan 40 menit”? Tercetak jauh dibawah, di sudut, sebuah klausa yang berbunyi “daya tahan batere bervariasi” berdasarkan sekumpulan faktor. Terjemahannya: anda tidak akan pernah mendapatkan 5 jam dan 40 menit itu kawan. Tidak akan pernah, bahkan mendekati pun tidak.

Jadi bagaimana bisa Dell dan pengiklan membuat klaim itu? Angka daya tahan batere ini didasarkan pada test standar yang dinamakan MobileMark 2007 (MM07). Test ini dibuat oleh konsorsium yang dinamakan BAPCo (Business Application Performance Corp.), yang anggota-anggotanya terdiri dari – tebak saja – produsen-perusahaan komputer dan tekhnologi. AMD, produsen mikroprosesor nomor 2 di dunia adalah anggota BAPCo, namun kini telah mengambil posisi sebagai informan. Menurut AMD para produsen komputer sangat memahami bahwa rangkaian test itu menghasilkan angka-angka yang tidak dapat dipercaya, namun mereka tetap menggunakannya.

Laptop memperolah hasil test yang baik karena saat uji coba layar digelapkan sampai 20 persen, Wi-Fi dimatikan, dan prosesor hanya menggunakan 7.5 persen dari kapasitasnya – seperti mobil-mobil yang berjalan menuruni bukit tadi. Para ahli dan orang dalam di industri telah mengetahui sejak lama bahwa klaim resmi mengenai daya tahan batere adalah omong kosong. Tapi masyarakat tidak tahu. Hasilnya sebagian orang berhasil dibujuk oleh para tenaga penjual untuk membeli unit-unit yang lebih mahal dengan iming-iming daya tahan batere yang lebih lama. Para konsumen membayarkan harga untuk barang mewah dan tidak mendapatkan apapun. “Hanya ada tiga versi untuk akhir dari cerita ini” kata Patrick Moorhead, wakil pimpinan penjualan pada AMD. “Entah industri yang mengatur diri mereka sendiri, atau FTC (Komisi Perdagangan Federal) datang dan mengatur kami, atau kami diserang class-action. Saya sarankan industri memilih opsi pertama.”

AMD merekomendasikan agar produsen komputer mengadopsi cara baru untuk mengukur daya tahan batere, menggunakan dua ukuran: “masa aktif” dan “masa istirahat,” sama dengan cara produsen telepon selular mendeskripsikan “talk time” dan “standby time” dari sebuah telepon genggam. Seorang eksekutif dari Dell mengatakan bahwa pendekatan itu masuk akal, dan bahwa perusahaan tersebut mempertimbangkan untuk memberikan informasi tambahan diluar nilai MM07 bagi pelanggan. “Pelanggan mengharapkan bahwa daya tahan batere yang diiklankan merefleksikan situasi yang sesungguhnya saat mereka menggunakan produk tersebut,” kata Ketan Pandya, yang mengepalai divisi produk Dell yang berbasis AMD.

AMD tidak melakukan semua ini atas dasar pengorbanan. Masalah sesungguhnya adalah bahwa MM07 memberikan Intel, sang pesaing utama, keuntungan yang tidak adil. AMD mengklaim bahwa MM07 diciptakan di lab Intel dan dimodifikasi sehingga chip milik Intel akan memiliki peringkat yang lebih baik daripada AMD, karena chip AMD memakan lebih banyak daya ketika pasif. (Menurut AMD dalam penggunaan yang sesungguhnya laptop yang menggunakan chip AMD mempunyai performa yang sebanding dengan Intel.) AMD juga menyampaikan bahwa pimpinan BAPCo kebetulan merupakan kepala uji performa pada Intel.

Intel menytakan bahwa semua ini adalah omong kosong. Seorang juru bicara Intel mengatakan bahwa hanya karena kepala konsorsium adalah seorang eksekutif di Intel tidak berarti Intel memiliki pengaruh khusus. Dan dia tidak dapat menolak godaan untuk menyerang AMD: “Seringkali anda menemukan perusahaan yang terbelakang dalam hal performa menentang hasil uji yang didasarkan pada standard yang independen.”

Intel dan AMD adalah sumber keramaian dalam industri komputer, dengan AMD selalu memprotes bahwa Intel bermain curang dan Intel yang merespon agar AMD berhenti merengek. Namun akhir-akhir ini AMD telah berhasil memukul Intel. Pada bulan Mei, regulator anti monopoli di Eropa menampar Intel dengan denda sebesar $ 1.45 milyar, menyatakan bahwa Intel menggunkan startegi curang untuk menjatuhkan AMD (Intel berencana untuk banding).

Sementara itu di pasar, klaim batere yang gila-gilaan tetap bertahan. Dell menyatakan notebook Adamonya yang berharga $2000 akan bertahan selama lebih dari 5 jam, namun Wall Street Journal hanya mendapatkan 2 jam dan 44 menit. Apple mengklaim 8 jam untuk MacBook Pro 17 inci yang berharga $2800, namun CNET hanya mendapatkan 4 jam dan 14 menit. Hal ini begitu umum sehingga para pengulas profesional menganggap klaim daya tahan batere yang dihasilkan oleh perusahan komputer sebagai komedi. “Hitung-hitungannya adalah, dalam penggunaan nyata, anda hanya mendapatkan 50 persen daya tahan batere,” kata Mark Wilson, seorang editor untuk Gizmodo. “Bukannya perusahaan-perusahaan tersebut berbohong, tapi mereka memainkan kartu untuk keuntungan mereka. Klaim yang mereka buat menipu publik.” Ingat semua ini saat anda belanja laptop.