merindukan purnama

telah habis kuasa kata

telah terjual semua kepada fana

dalam tiap tarikan nafas

kedalam setiap jiwa

kau suntikkan putus asa

agar bisa kau jual semua

apa yang kau katakan sebagai air surga

yang kau kuras dari sumur air mata

di belakang rumah kita…

dan kau mampuskan puisi

kau hapuskan jati diri

kau cemarkan segala yang sejati

kau tidak perduli

kita semua akan celaka

lebih celaka daripada mati

 

seorang pria berdiri

ditengah tanah tanpa manusia

melihat puisi dijual dalam bungkusan plastik

dan para mayat mengeruk pasir

membuang putih

dan menggantung bulan baru di langit yang telah mati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s