Volume 5

Perhatian: Hanya untuk 18 tahun ke atas, untuk adegan kekerasan dan referensi seksualitas.

17. Bahan-bahan pokok.

Cahaya bergerak dengan kecepatan 299,792,458 meter per detik di ruang hampa udara, menegasikan kebutuhan akan medium…

Tentu saja, para ahli dan pakar yang kurang kerjaan mengajukan ether sebagai medium, tapi itu sama saja dengan mengatakan bahwa manusia membutuhkan minuman kemasan berkarbonasi bervitamin dan beroksigen untuk hidup efektif, dan bahwa air putih yang baik dan bersih sama sekali tidak cukup, dan bahwa ada cairan di jagad raya ini yang lebih baik bagi manusia daripada sekedar air putih: produk mereka!

Setidaknya sampai Einstein membungkam para pendukung ether, entah apa lagi yang dijual oleh ahli dan pakar itu kemudian…

Cahaya tidak butuh hal lain selain dirinya sendiri… kecuali mungkin kegelapan… yang satu mengejawantahkan yang lain, tanpa kegelapan, tidak ada cahaya.

Suara dilain pihak punya teralu banyak aturan, seperti orang-orang eksentrik, tidak sadar diri dan memaksakan kegilaannya pada orang lain… terus terang saja terkadang aku merasa kasihan dengan para karyawan itu… hah!

Suara sama seperti manusia, mereka kakak beradik, punya karakter yang sama, tidak dapat hidup tanpa medium, manusia yang paling buruk dari keduanya.

Manusia membutuhkan segala hal yang bisa dihabisinya untuk hidup, dan mereka akan menciptakan alasan pembenar untuk itu. Suara hanya membutuhkan medium dan temperatur. Kecepatan suara di udara tergantung dari temperatur, makin panas, makin cepatlah dia bergerak, hal ini bisa dikaitkan dengan waktu yang dibutuhkan suara untuk bergerak melalui gas yang mempunyai kepadatan yang berbeda dengan udara, suara akan bergerak lebih cepat melalui helium dan hidrogen.

Suara secara umum bergerak lebih cepat dalam cairan dan materi padat. Disini kepadatan juga memegang peranan yang sama dengan peran yang mereka mainkan dalam gas. Juga ada elastisitas, kecepatan suatu materi – setelah bentuknya dirubah – untuk kembali ke bentuknya semula. Suara bergerak lebih cepat melalui besi daripada air atau udara.

Dan pisau ini terbuat dari besi, relatif murni, tidak ada tambahan logam dari benda yang jatuh dari angkasa luar, tidak ada batu-batu mistik dari gua berhantu, tidak ada doa-doa 80 hari 80 malam, tidak ada ritual, tidak ada sesaji, tidak ada yang istimewa dari besi ini… hanya suara saat dia menyelinap diantara sesuatu… apapun itu.

Saat suara itu terbentuk, aku tahu nyawaku baru saja terselamatkan dari satu lagi unsur di atas muka bumi ini yang ingin memusnahkanku. Satu, dua, empat, tujuh, tiga puluh delapan, delapan puluh enam, seratus tujuh puluh tiga, lima ratus empat… lucu… kebanyakan dari unsur-unsur itu adalah manusia, makhluk yang sama denganku.

Dan hari ini jumlah itu bertambah secara signifikan, aku tidak tahu berapa, cahaya tidak menemaniku saat ini… heh si sombong, aku akan membuatnya datang. Terserah dia mau atau tidak.

Sekarang, apa yang akan membuatmu datang kawan? Trinitrotoluene, dan sedikit cyclonite, ada disekitar sini, barang prasejarah bagi sebagian orang, tapi masih efektif, ada disebuah kontainer dibawah bangku… ini dia.

Seberapa keras pun aku menggeser benda ini tidak satupun mereka yang ada diluar akan mendengar, itulah masalahnya dengan manusia, mereka menjadi buta dan tuli saat ramai, ketakutan seperti anjing dipaksa mandi ketika sendirian… tidak punya harapan…

Didalam chinook yang akan segera almarhum ini, ammonium nitrate dan bahan bakar akan bergabung dengan sendirinya, saat itu… aku mengetuk pintu kamarmu dan sebaiknya kau keluar…

Arrrgggh kepalaku, setan mana yang mengambil tranquilizerku? Pecandu sialan!

Tranquilizer atau salah satu dari kontainer disini pasti berisi obat, persediaan, seseorang, staf yang rajin karena takut kehilangan pekerjaan, pasti… harus…. melakukan tugasnya dengan baik, dan memasukkan sampah-sampah yang bikin ketawa itu…

atau aku bisa gila.

Minuman…. makanan… instan, bervitamin lengkap, indahnya kehidupan modern… satu kontainer lagi…

Ini dia…

Jayalah industri farmasi! Mereka membunuh kami pelan-pelan dengan senyawa kimia buatan mereka dan membuat penawarnya agar kami tetap hidup untuk menjadi konsumen yang baik, dari generasi ke generasi… selamanya! Sekalian melatih staf penjualannya menjadi pelacur dan gigolo…

Yap! Mereka bahkan punya yang spesifik, seperti ini disini, migren di kepala sebelah kanan, dan ada yang khusus untuk migren di kepala sebelah kiri. Sebentar lagi logika dikesampingkan, sponsori penelitian beberapa ahli dan pakar, dan mereka menciptakan migren disebelah belakang kepala atau di dagu sekalian.

Migrenku ini disebelah kiri atau kanan?

Telan saja!

Bagus, disini tertulis tidak menimbulkan rasa kantuk, aku bisa lanjut… ini obat tahun berapa? Masih ada manusia yang mengkonsumsi ini?

… aku…

Komunikator ini tidak berguna lagi, selain untuk pemicu. 10 detik… keluar, pohon itu kelihatanya baik, suara-suara itu, manusia sedang tertawa-tawa, berteriak, lompat-lompat, bersetubuh, mabuk, menarik-narik pelatuk semua senjata yang baru saja mereka menangkan… menang… menang… siapa yang menang disini? Mereka? Salah seorang di Jean Marque? Jean Marque?

Tidak ada, biasanya aku akan menonton mereka terkapar habis masa.

Api unggun dan obor dibelakang sana, mereka bahkan bukan anak-anak dari cahaya, lihat sombongnya mereka menyinari dengan cahaya palsu itu, menciptakan bayangan, menciptakan kegelapan. Efek samping… kebodohan tidak didominasi manusia.

Ah, suara yang cukup mengejutkan, getarannya terasa, bahan-bahan itu telah tercampur menjadi satu, dan lihat! Sang cahaya, untuk beberapa saat yang teramat pendek bayangan musnah.

Meredup… tapi masih ada satu chinook lagi… ahah… dan dia bersinar lagi, dua kali aku mengetuk pintu kamarnya, wajah yang bisa membuatmu buta, keluar dari jendela, mengangkat kepalanya dengan pongah, sampai malu memaksanya kembali masuk dan menutup jendela itu erat-erat. Mungkin tidak akan keluar lagi.

Tapi lihat korban dari kelakuannya…

Sekarang… waktu kutinggalkan Mark sedang berada di depan sana.. Mark orang yang masuk akal, dia akan mengambil langkah strategis jika terancam… mundur… lari…

Dia tahu aku pergi ke arah barat, apa dia lari kearahku?

Dua, tiga orang berlari panik, luka bakar… melihatku, menyerang…

Ukuran adalah segalanya? Hanya orang-orang bodoh yang percaya itu, emosi dan agitasi, mereka memprovokasi dengan amarah…

Preman-preman kotor ini… onggokan daging sampah yang bahkan tidak tahu apa-apa tentang persendian… begitu ribut… aku bisa membunuh kalian tanpa melihat…

Sekarang kalian…

… terkapar…

… mungkin saja… pemantiknya ada padaku… dia sepertinya tipe orang yang selalu ingat detil seperti ini…

Nah itu dia… mayatnya setidaknya…

Suara teriakan… ada yang sudah mengetahui keberadaanku.

Ayo Mark… kita balikkan mayatmu…

rambut gaya yang bercahaya itu, garis wajah yang tegas, tubuh yang besar… dan berat… bau parfum maskulin yang bahkan mengalahkan bau darah… sial! Hidup atau mati, tetap laki-laki eh?

kita lihat isi kantongmu…

yap… tidak satu tapi dua bungkus rokok walaupun salah satunya tinggal setengah, bukan merk faforitku, tapi… terima kasih.

Sekarang orang-orang yang berlari kearahku ini… terbakar api, terbakar amarah… aku agak lapar, tidak apa-apa, sebelum makan malam… ya kan Mark?

Lucu, aku merasa lebih akrab dengan mayatmu, kenapa kita tidak sering minum bersama saat kau masih hidup?

Sekarang hanya ada aku dan besi ini… dan mereka…

18. Perkenalan.

Akhirnya sampai juga…

Dentuman itu sudah terasa sampai sini, si Coki bilang itu bukan karena akustik yang jelek, tapi karena pawer spikernya memang gila-gilaan. Manajemen suara sama manajemen akustiknya beda, jadi kacau gitu deh…

Rambut? Oke… Untung udah mandi di kantor tadi… parfum? Kayaknya nambah dikit… Sekarang keluar dengan stail…

Boy dengan mobil barunya… Daimler Dash! Disingkat DiDi! Ada pertanyaan?

“Boy!”

Siapa perempuan-perempuan itu, biar saja mereka berlari kesini.

“Weh, ganti lagi nih! DiDi loh girls!” mereka tertawa, mengelus-elus mobil itu.

“Yang kemarin kemana?”

“Makin makmur ya kamu, makin berisi lagi, rajin olahraga ya say?

Hal-hal seperti ini tidak dapat dihindarkan, tanganku di pinggang mereka, aku terlahir sebagai yang kuat dan yang beruntung, dua prasyarat utama agar manusia bisa mendapatkan cinta!

Lihat, bahkan Alex yang sangar itu saja tersenyum. “Ayo bro, silahkan!” dia mengangkat pembatas itu. Akses, aku bisa masuk kemana saja aku mau.

Lewat pintu kecil, dan suara bas dan musik elektronik itu bikin kepala dan telinga menjadi terasa penuh! Hampir tidak bisa dengar yang lain. Walaupun kalian tak bisa mendengar, kalian bisa melihat. Lihat, lihat kemari, sang pangeran telah datang!

“Boy! Bro!” Beberapa orang melambaikan tangan. Orang-orang dari kantor, juga ada karyawannya klayen.

“Halo may men! What’s ap!” Malam ini bakal seru.

“Eh Boy bawa DiDi loh!”

“Ah masak!”

“Really!”

“Dah tahu!”

“Kredit ya Boy!”

Siapa itu? Nyengiti!

“Pesan! Pesan! Aku traktir!” lihat apa komentarmu sekarang!

“Masak staf di Jean Marque kredit mobil!”

“Nggak apa-apa lah, DiDi kan barang premium, its e gret investment yu nou, bagus tuh Boy!”

“Ha ha, thenks bro!” tunggu sampai kalian lihat investasiku berikutnya…

“Boy!”

Silvia? “Mana dia!”

“Bukannya tadi sore udah kamu telepon!”

“Iya sih! Paling besoleknya lama yah!”

“Of cors, mau ketemu Boy! Tunggu aja deh ya! Aku mau keliling dulu! Nggak enak sama manajer!”

Tunggu? Aku disuruh tunggu? Orang-orang ini berlaku seenaknya mereka pikir mereka siapa? Telepon saja! Sial kog dia nggak mau nerima vidio koll?

“Halo Mona!”

“Lisa.”

“Mona Lisa dong! Heheh…!” kog dia nggak ketawa? “Aku dah nyampe nih, kamu mana!”

“Lagi mau masuk, dah ya?”

“Oh udah mau masuk! Udah di depan…!”

kog diam?

“Er… ya.”

Kog jawabnya begitu?

“Aku di…! Kamu masuk aja…! Kelihatan kog dari pintu! Nanti aku kasih tanda ya!”

“Oke.”

Perempuan yang dingin.

“Nungguin siapa Boy! Pacar baru!”

“Tauk nih bocah! Nggak bagi-bagi! Mau buat harem yah!”

“Santai, santai bro!”

“Mau deh jadi haremnya Boy, asal dapet DiDi satu!”

“Serius nih! Gampang itu!”

Pundakku ditepuk, Silvia, menunjuk ke arah pintu.

Wahhhaiii, disitu dia berdiri, wajah manis imut, rambut hitam, gaun yang berwarna… warna apa itu? Ungu? Abu-abu? Hitam? kontras dengan kulitnya, anggun tapi liar, dengan belahan sampai ke pahanya, paha yang bagus, pinggul yang arrggghh! Dadanya nggak sebesar punya Silvia, tapi skor yang lain udah lebih dari cukup kog untuk nutupin.

“Itu tuh yang kamu tunggu!”

“Mati Boy! Mainanmu premium semua!”

“Hey! Hey! Disini ada cewek juga loh! Emang kami nggak premium!”

“Haha, nggak selevel yang itu!”

“Kenalin Boy!”

Dia berjalan mendekat, klab ini ramai, tapi sepertinya semuanya memperhatikan dia.

“Panther Boy!”

“Gays, kenalin, ini Mona!”

“Lisa!” Dia tersenyum, segar!

“Mona Lisa!”

“Yang benar mana nih!” perempuan-perempuan itu cekikikan. Candaku berhasil.

“Kog kayak nama lukisan yah!”

Inilah waktu dimana mereka butuh sedikit penjelasan “Ya jelas! Lukisan perempuan tercantik di dunia! Pelukisnya Dante! Juga jagoan puisi romantis!”

“Wah! Boy jadi pakar seni sekarang!”

“Serius bro! Bagi-bagi ilmu dong! Siapa tahu bisa dapet yang kayak Mona juga…! Eh sori! Lisa!”

Mereka ketawa.

Sesaat aku melihat Lisa memandangku lekat-lekat… dia jatuh cinta… aku rasa aku juga… dia memang bagai lukisan…

19. Pertanyaan?

Serius, orang bodoh mana yang memberiku nama Mona Lisa? Pasti dia pikir dia pengarang yang hebat.

Lisa oke, simpel, efektif… Mona? Seperti nama gadis dungu.

Dan tiba-tiba aku menyesal berada disini, bukannya aku tidak menduga demikian.

Dan si Boy ini? Kharisma kosong singa jantan yang terkapar ditengah kawanannya, dia tidak pernah berburu, dia makan makanan binatang lain dan dia berusaha keras untuk itu, berapa galon minyak rambut diatas sana?

Mona Lisa oleh Dante? Florence mungkin sudah hapus dari peta, tapi aku setengah berharap Leonardo akan bangkit dari kuburnya dan membawaku pergi dari sini.

Darimana dia kenal Dante?

Atau Eris? Rencana cadangan, aku tidak mau dia menemukan kucing basah didepan pintu, tidak ada yang cukup berharga disini untuk membawaku ke posisi itu.

4 thoughts on “Volume 5

  1. Ih, hebat kamu! Karakternya beda-beda, kuat-kuat, kamu semua yang bikin. Ngga pengen masukin karakter hewan? Hewan beneran maksutnya…

    Btw, yang 17 mantabs! Kalo ada beneran laki-laki sebeku itu, aku bawa pulang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s