Lingkungan dan Korporasi… dan Pemerintah

Pemerintah Indonesia, sama dengan pemerintah China, punya komitmen terhadap lingkungan, tapi sama dengan pemerintah China, Pemerintah Indonesia juga punya komitmen terhadap Korporasi. Dan di lapangan, bukan pada hasil survey atau data statistik, korporasi selalu menang.

Yang selalu gagal diperhatikan oleh masyarakat yang mempunyai niat baik untuk memperbaiki kondisi pri-kehidupan manusia Indonesia adalah, jika terkait dengan negosiasi, bagi pemerintah, tidak ada namanya hitam dan putih, tidak ada benar atau salah, namun kepentingan seperti apa yang bisa dilayani pada saat ini. Semuanya itu terlepas dari masalah pemilihan umum, penggambaran publik masalah elektabilitas.

… baiklah, kita menyadari hal ini, tapi kenapa kita selalu berteriak-teriak tentang utopia dan menafikan hal-hal seperti ini?

Hal ini tidak hanya terjadi pada skala nasional, bahkan pada skala global. Idealisme “berjuang untuk kemanusiaan” sama saja nilainya dengan jargon “kerukunan” semu yang ada pada negeri yang kita cintai ini. Sama dengan kasus ibu yang merebus batu dan kerikil sehingga anaknya yang kelaparan mengira si Ibu mempunyai makanan dan dengan demikian si anak menjadi tenang dan menghentikan rengekannya.

Apa tidak ada orang-orang “baik” di atas sana? Ada… Tapi kalau semua teman anda memilih main playstation, apa anda mau main ular tangga sendirian?

Setidaknya pemerintah China “serius”, kalau hancur ya hancur, kalau hangus ya hangus, yang penting kita mengejar statistik perekonomian kita. Lingkungan? Banyak rakyat yang menderita dan mengajukan tuntutan hukum, karena lingkungan mereka rusak sampai batas yang hampir tidak mungkin untuk diperbaiki. Kesehatan mereka juga sudah rusak.

Tapi kita bisa melakukannya sebelumnya dan kita akan tetap melakukannya, poles sana-sini, kendalikan informasi, buat kenyang bagian masyarakat yang berpengaruh sehingga mereka bisa membantu membungkam yang lainnya, atau setidaknya tutup mulut.

Industri China kini telah membuat sebagian pihak di dunia gemetaran…

Pemerintah kita?

Mungkin ada 9.376 alasan kenapa Presiden kita begitu yakin bahwa Perdagangan Bebas dengan China bisa menguntungkan bagi “bangsa Indonesia.” Bangsa Indonesia yang mana maksudnya.

Bagi saya ini seperti metamorposis atau mutasi yang dipaksakan, sel-sel yang tidak dapat beradaptasi harus mati, seperti akselerasi penyaringan yang dilakukan terhadap umat manusia.

Tidak ada masalah, paling-paling akan semakin banyak terjadi ketidakpuasan (sudah biasa), akan semakin banyak yang merasa tertindas (sudah biasa), istilah “marjinalisasi” akan popular lagi, lebih populer daripada jaman Munir (sudah biasa, kita sudah punya banyak istilah baru sekarang, pemakzulan?).

Tentunya akan semakin banyak mall, semakin banyak apartemen mewah, semakin banyak, mobil mewah (yang dimiliki oleh segelintir orang), semakin sedikit tanah yang mengangur (karena mereka sudah dikaryakan sesuai peruntukannya), semakin banyak pemukiman eksklusif…

Tidak masalah…

Yang mau saya tanyakan, apa sih artinya istilah “pembangunan”?

Apa sih artinya “masyarakat” atau  “kepentingan umum”?

Susah sekali menemukan pengertian dari istilah-istilah tersebut pada peraturan perundang-undangan maupun kebijakan-kebijakan, kalaupun ada, saya sungguh tidak dapat mengerti seluruh diksi yang dipergunakan untuk menyusun peraturan perundang-undangan tersebut.

Betapa canggihnya legislatif dan eksekutif kita. Atau mungkin ijazah sarjana saya sesungguhnya tidak berguna bagi saya, pada saat istilah-istilah sederhana seperti tadi saja tidak bisa saya mengerti.

Dalam hal lingkungan, saya merasa pemerintah bertindak seperti seorang materialis yang tiba-tiba memberikan ceramah agama… agak lucu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s