Tips Hijau Untuk Yang Tidak Terlalu Perduli Dengan Lingkungan

Sudah ada tulisan ini di blog ini yang protes pada industri yang over expansive dan praktek ekonomi yang berasaskan kerakusan. Sekali lagi, idealisme adalah sebuah bentuk kemewahan yang (seharusnya) hanya dimiliki oleh orang-orang muda, tapi bukan berarti kita tidak berpikir mengenai hal-hal sederhana, yang kita tahu, setidaknya bisa mewakili perubahan yang kita inginkan.

Manusia dan lingkungan, pembicaraan mengenai dua subjek ini (walaupun lingkungan lebih sering menjadi objek) selalu berakhir pada kesimpulan sementara bahwa manusia terlalu rakus, dan menurut akal sehat, manusia harus mengatur kerakusan itu, agar keberadaannya di bumi dan keberadaan bumi itu sendiri bisa bertahan lebih lama.

Dan generasi penerus kita? Jangan pikirkan generasi penerus, pikirkan tanggung jawab moral kepada bumi.

Apakah saya orang yang bermoral? Tentu tidak, sama saja dengan kebanyakan orang, saya adalah manusia yang cenderung berorientasi kepada keselamatan diri sendiri. Sifat dasar ini berpengaruh terhadap pilihan-pilihan praktikal saya dalam hidup; anda tidak akan pernah melihat saya berhenti menyedot bensin dari SPBU dan beralih ke sepeda.

Tapi coba kita analogikan manusia dengan bayi, saat bayi lahir, dia bisa dipisahkan dari ibunya dengan memotong umbilical cord (ari-ari?), tentunya dia masih harus menyusu kepada ibunya, namun suatu saat dia akan makan sendiri.

Apakah kita bisa lepas dari umbilical cord kita dengan bumi? Tidak dalam waktu dekat.

Setidaknya menurut saya inilah yang bisa dilakukan dalam waktu dekat itu… bagi orang-orang, kita semua, yang sudah terlanjur hidup dalam budaya urban, tidak bisa hidup tanpa aliran cinta dari PLN, suka atau tidak suka:

1. Maksimalkan telepon genggam anda sampai batasnya.

Hampir semua orang punya telepon genggam, dan dengan uang Rp. 400.000,- rupiah anda sudah bisa memiliki telepon genggam bekas multi fungsi, untuk foto kualitas interpolasi, Internet, Bluetooth, daya simpan internal dalam hitungan mega sampai giga byte, kemampuan penambahan daya simpan, dan bisa digunakan untuk mendengarkan musik. Masalahnya masih banyak orang yang tidak bisa memanfaatkan alat miliknya dengan maksimal walaupun dia sudah merogoh kocek sampai jutaan rupiah.

Internet dengan menggunakan telepon genggam, bukan saja relatif lebih murah (dengan browser pintar dan penyedia layanan yang tidak macam-macam) namun juga sangat hemat energi. Bandingkan energi yang anda habiskan untuk membuka sebuah halaman Wikipedia pada komputer (desktop atau laptop) dengan jika anda membukanya dengan telepon genggam; sangat besar. Halaman situs Internet yang anda simpan di telepon genggam bisa dipindahkan ke komputer jika anda perlu memprosesnya untuk pekerjaan anda.

Maksimalkan daya simpan data telepon genggam anda dengan mengunduh hal-hal fungsional, seperti aplet-aplet java yang berupa pusat chatting beberapa akun sekaligus, pembaca file PDF, pembaca data teks, spreadsheet, pengolah gambar, pengolah suara, e-book dan banyak lagi. Program-program kecil ini tidak membutuhkan banyak tempat namun mengejutkan bagaimana mereka membantu kita secara praktikal. Semua hal ini dapat membantu mengurangi waktu penggunaan laptop maupun desktop – apalagi jika anda masih menggunakan monitor CRT. Sekecil apapun, jika sebagian besar dari kita bisa melakukannya, maka itu merupakan akumulasi penghematan yang dapat diperhitungkan.

2. Beralih ke LCD untuk monitor komputer.

Liquid Crystal Display secara umum memang dua kali lebih mahal daripada Cathode-Ray Tube, tapi juga berkali-kali lipat lebih hemat listrik. Misalnya pada kelas dimensi 15 inci, sebuah LCD akan memakan daya sekitar 60 Watt sedangkan CRT bisa memakan daya hingga lebih dari 300 Watt.

Harga sebuah monitor LCD secara relatif sudah lebih murah daripada masa-masa awal beredarnya, kualitasnya pun secara umum lebih baik, dengan daya tahan yang meningkat dan kualitas gambar dan jarak kontras yang luas sehingga para seniman digital sekalipun tidak enggan menggunakannya. Untuk selisih penggunaan daya listrik saja, LCD merupakan pilihan yang lebih logis. Memang anda bisa memiliki sebuah CRT layar datar dengan dimensi yang lebih besar dengan harga yang sama dengan LCD kecil itu, namun setiap bulannya anda akan dipaksa mengevaluasi ulang keputusan anda.

Bagi anda yang belum mempunyai pilihan dan masih menggunakan CRT, manfaatkan manajemen daya, jangan pergunakan screen saver, tapi atur agar layar segera mati jika tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu, ini sudah sangat cukup.

3. Kurangi atau hilangkan waktu untuk TV

Ini akan sangat sulit bagi anda penggemar televisi, kotak ajaib yang segala isinya mengalir gratis kepada anda, tanpa hambatan. Tapi jika tidak bisa terpisah dengan televisi setidaknya komputer (desktop maupun laptop) bisa menggantikan fungsi televisi dan pemutar DVDnya sekaligus. Lebih sedikit pengeluaran untuk pembelian barang elektronik, lebih hemat daya sepanjang tahun.

Masalahnya adalah, kebanyakan televisi yang dipergunakan masyarakat sekarang masih menggunakan tekhnologi CRT dan ukurannya, meminjam istilah seorang rekan blogger, “segede gaban” yang berarti lebih banyak daya yang dihisap. Dan seringkali, dalam satu rumah tangga tidak cukup hanya dengan satu televisi; Ayah kalau nonton bola di ruang tengah tidak mau diganggu, Ibu kalau nonton sinetron di kamar tidak mau diganggu, Kakak kalau nonton drama Korea di loteng tidak mau diganggu, Adik kalau main PlayStation tidak mau diganggu. Saat Mbok Inem menghidupkan pompa… semua teriak.

Sangat sering saya melihat sebuah televisi hidup tanpa seorangpun yang melihat. Seberapa melimpahkah sumber daya kita?

Pertanyaan lainnya, hal-hal “berguna” apa sih yang bisa anda dapatkan di televisi, tapi tidak bisa anda dapatkan di radio, koran, bahkan internet?

Anda bahkan bisa jual televisi anda, menambah dana untuk membeli monitor LCD.

4. Cermat untuk sistem suara.

Susah berurusan dengan seorang audiophile. Sudah dibawakan speaker yang beratnya segajah masih banyak komentarnya; 40 Hz di bassnya nggak powerlah, midle di 600 Hz tenggelam kemanalah, highnya kayak gelas plastiklah… seorang audiophile rela menjual Mitsubishi Lancernya untuk membeli satu set amplifier tube buatan Inggris, itupun harus dilanjutkan dengan menjual Range Rovernya untuk sebuah equalizer “custom handmade” yang diimpor langsung dari Amerika, entah kenapa dia merasa frequensi range yang dihasilkan belum rata dan tidak sesuai dengan karakteristik speaker Jepang yang didapatkannya beberapa tahun lalu dengan cara tukar tambah dengan salah satu Harley Davidsonnya.

Jika anda mengira sistem suara anda adalah yang paling hebat, hinaan dari seorang audiophile bisa membuat anda ternganga.

Dalam urusan suara, sampai sekarang, masih berlaku satu hukum: lebih besar bendanya maka lebih kuat suaranya maka lebih banyak daya yang dikonsumsinya. Tapi jangan tertipu dengan tweeter-tweeter dan mid-range kecil yang ditaruh di penjuru ruangan untuk mendukung dolby, sebuah tweeter “premium” bisa sangat rakus daya. Belum lagi unit frequensi rendah yang biasa kita sebut Sub Woofer.

Sekarang banyak beredar speaker-speaker dengan konfigurasi 2.1, 4.1, 5.1 dan seterusnya, dengan harga yang semakin murah (walaupun bukan murahan), bahkan ada yang terlalu murah. Ya dalam jagad suara, ada istilah “terlalu murah,” inilah yang terjadi jika sampai pada titik tertentu para audiophile mempertanyakan persepsi mereka sendiri akan kualitas suara dibandingkan dengan pilihan mereka akan peralatan dan harga.

Salah satu contoh adalah kasus headphone dari perusahaan Amerika dengan pabrik yang berlokasi di Cina. Kabar beredar dengan cepat di sebuah forum audiophile di Internet, bahwa diluar konstruksinya yang ringkih (namun nyaman, karena pelapis cone-nya yang menggunakan velvet), headphone seharga 30-an USD ini memiliki karakter suara mirip dengan headphone seharga 500-an USD buatan Jerman. Tentunya ada yang setuju ada yang tidak, karena hal ini sangat subektif, hampir tak ada batasnya.

Tapi tentu saja, audiophile dengan dana terbatas memilih untuk fokus di headphone, dengan harga tak lebih dari setengah dari harga satu set speaker standar, dia bisa mendapatkan kualitas suara yang lebih baik. Dia bisa memanipulasi suara dengan software di komputer dari mulai karakter suara sampai efek surround dan reverb. Bahkan sebuah plugin Winamp bisa memberikan efek dentuman subwoofer seperti di club (walau ini tidak penting bagi audiophile). Saat anda mencolokkannya secara langsung tanpa amplifier ke komputer atau pemutar musik, daya yang dibutuhkan bahkan lebih kecil daripada daya yang dibutuhkan flash disk anda. Hemat daya, kepuasan terjaga.

Untuk suara eksternal? Bahkan penggemar jazz dan seorang komposer musik klasik yang sangat pemilih pun berpendapat bahwa sejenis portable speaker – yang bisa anda lipat dan masukkan kedalam tas – sudah cukup. Kecuali kalau anda sedang perang dengan tetangga.

5. Pahami printer anda (fokus pada cartridge).

Menurut saya, mekanisme penjualan cartridge adalah salah satu contoh paling tidak tahu malu dari strategi “planned obsolescence.” Tapi sudahlah, banyak sumber lain yang bisa anda jadikan acuan.

Berikut adalah hal-hal mendasar yang anda harus ketahui sebagai konsumen printer khususnya ink-jet:

Tubuh dari printer anda itu, bisa dikatakan tidak berharga. Cartridge adalah segalanya, hampir seperti lensa pada kamera SLR (baiklah, sebenarnya tidak sama). Ketika anda menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli printer dengan embel-embel “cartridge dijual terpisah,” tinggalkan saja. Lebih baik anda membeli cartridge, kemudian mencari tubuh printer bekas di tempat sampah.

Membeli cartridge baru saat tinta habis (biarpun generik) sama saja dengan membeli mobil baru saat bensinnya habis.

Kalau dianalogikan dengan manusia, perusahaan printer berusaha memberikan konsepsi bahwa cartridge anda adalah manusia biasa, padahal sesungguhnya mereka telah menciptakan Highlander. Umur yang telah mereka tetapkan bisa diset ulang, baik dengan alat yang bisa anda beli seharga duaratusribu-an, atau dengan software yang bisa anda unduh dengan gratis. Dengan cara inilah baru anda akan berhadapan dengan umur sebenarnya dari cartridge anda, setelah beberapa kali pemakaian tentunya.

Menggunakan tinta isi ulang berbahaya bagi printer? Dan kualitas warnanya tidak sebaik tinta asli? Humbug, satu-satunya yang rusak adalah kontrak garansi, dan ayolah! Kontrak garansi sesungguhnya bertujuan melindungi produsen, bukan konsumen.

Ini semua berarti satu hal, anda harus mengetahui segala hal yang berkaitan dengan printer dan cartridge anda. Bagaimana tanda-tanda kalau ia bermasalah, tinta seperti apa yang cocok, bagaimana cara mengisi ulang spesifik untuk cartridge anda, bagaimana cara mengatur ulang penghitungan masa pakai jika diharuskan (pada merk tertentu). Setidaknya anda mengetahui hal-hal ini, tidak masalah jika anda menyerahkan pengerjaannya pada tekhnisi.

Cartridge adalah sebuah potensi sampah plastik dan racun kimia yang besar, sama sekali bukan hal yang remeh, tidak pula murah.

6. Go Glass

Salah satu medali keberadaban kita adalah plastik.

Pertama-tama, saya masih belum percaya kalau di jagad raya ini ada cairan yang lebih baik bagi manusia selain air putih, yang direbus emak di dapur dan dimasukin ke ceret itu. Jadi kalau ada produsen minuman yang meng-klaim minumannya lebih baik daripada air putih, dia telah kehilangan satu konsumen prospektif: saya.

Dan mereka semua menggunakan plastik sebagai kemasan, setelah mengerti apa artinya “plastik” apa kita merasa dipaksa untuk membeli?

Kurangi minuman kemasan, khasiat mereka tidak sedahsyat yang diiklankan, bahkan kemungkinan besar cuma omong kosong. Lagipula botol plastik juga mengandung politik “planned obsolescence” yang sebaiknya diikuti untuk melindungi diri anda sendiri. Tahukah anda, sebenarnya botol air mineral punya batasan pemakaian ulang setelah itu dia akan menjadi berbahaya bagi kesehatan?

Dengan pengetahuan tersebut, bahkan para produsen tidak mampu bertanggung jawab terhadap proses pendauran ulang, secara persentasi tidak banyak botol plastik yang didaur ulang.

Sebisa mungkin pilih botol kaca atau gelas, seperti pacar yang baik, mereka mungkin lebih mudah pecah, tapi lebih setia.

Dan tidak, saya tidak akan menyarankan anda untuk membawa tas belanja sendiri ke supermarket, kita tahu itu percuma. Namun ingat, jika anda belanja hanya satu atau dua item kecil yang bisa dimasukkan ke tas pinggang atau ransel anda, tolaklah kemasan plastiknya, satu ons perbuatan baik yang konsisten besar artinya.

7. Cabut!

Cobalah masuk ke kantor beberapa instansi dan departemen di Jakarta dan dikota-kota lain di Indonesia, sebagian komputer-komputer berlayar CRT yang ditinggalkan pada saat makan siang tidak dimatikan, bahkan modus stand-by pun tidak. Beberapa pejabat di departemen tertentu bahkan tidak tahu bagaimana mengatur kontrol daya pada komputer mereka. Sekali lagi, seberapa melimpahkah sumber daya kita?

Seluruh peralatan listrik yang kabel dayanya tertancap ke terminal di rumah kita walaupun dalam keadaan mati, akan tetap menyerap daya (kata bapak petugas PLN). Biarpun sangat kecil, tapi kalau ada tiga set televisi dan dua komputer desktop di rumah anda, peribahasa sedikit-sedikit, lama-lama jadi gunung akan mengejawantah pada rekening listrik anda.

Cabut, kalau anda akan keluar rumah, kalau anda akan tidur, kalau perangkat itu tidak akan anda pergunakan dalam dua jam atau lebih.

Ekstra bonus, ditengah-tengah krisis energi listrik di Indonesia, dimana daya bisa hidup mati sesukanya: menurunkan resiko kebakaran.

Emoh? Repot? Anda lebih pilih pasang badan diantara sebuah excavator dan sebuah pohon berumur ratusan tahun?

8. Pelan bukan berarti lelet.

Pada laptop, semakin terang layar monitor atau saat prosesor bekerja semakin keras waktu menonton DVD atau merender adegan 3 dimensi, maka semakin banyak daya yang dibutuhkan, semakin panas tubuh laptop, semakin ngos-ngosan baterai anda.

Demikian pula pada kendaraan, semakin keras akselerasi semakin banyak bensin yang dibutuhkan untuk dibakar, semakin sering anda mengunjungi SPBU.

Untung ada yang namanya kecepatan ekonomis, jika anda tahu tentang ini terkait dengan kendaraan anda, maka cukup banyak bahan bakar yang bisa anda hemat.

Mobil, motor, sama saja. Di jalan-jalan dalam kota, perhatian dan konsentrasilah yang dibutuhkan agar anda sampai di tempat tujuan dalam waktu yang efisien. Percuma anda berakselerasi jika anda tidak bisa mendahului kendaraan didepan anda, jika anda tidak bisa melihat celah, kalau anda tidak bisa memanuver kendaraan anda dengan baik.

Saya pernah “trek-trekan,” si pengemudi di sebelah sepertinya sedang begitu bersemangat, dia menginjak gas, lepas, gas, lepas, namun dia tidak bisa bermanuver di antara kendaraan saya dan kendaraan di depannya, walaupun menurut saya jaraknya sangat luang. Setelah diberi kesempatan akhirnya dia lepas dan melaju meninggalkan saya. Tapi kami bertemu kembali di lampu merah, kendaraan kami bersebelahan, apa yang terjadi? Bukannya dia kurang cepat, namun dia berkendara dengan sangat tidak efisien, tidak bisa memanfaatkan setiap inci permukaan aspal untuk mengantarkan dirinya dan kendaraannya ke tujuan, padahal aksinya sudah mengusik pengguna jalan lain.

Saat akselerasi atau berkendara dengan kecepatan di atas rata-rata 60, 70, atau 70 km/jam, jumlah liter yang disedot bisa sangat mengejutkan. Berkendaralah dengan efisien jika menurut anda penggunaan kendaraan umum atau bersepeda itu adalah hal yang tidak logis.

9. Terima Kenyataan.

Saya pernah melihat seorang wanita muda yang mulus, putih, cantik, harum semerbak mewangi – saya sudah bilang mulus? – dengan kelengkapan eksternal sebagaimana layaknya wanita karir, minum jus dihadapan saya. Jusnya dingin, dan hujan sudah hampir reda, entah kenapa dia berkeringat, pasti pakaiannya, orang-orang di negeri tropis ini memang aneh.

Ini bukan New York atau Paris, jumlah lapisan pakaian yang berlaku disana tidak berlaku disini. Mode yang berlaku disana, bisa berlaku karena disesuaikan dengan jumlah musim mereka yang berjumlah empat.

Pilih logika berpakaian tropis, bukan berarti kemana-mana anda pakai kemban. Bukan berarti tidak bisa bergaya seperti career person dari Eropa. Anda bisa bermain dengan bahan, warna, mengakali lapisan, apa sajalah.

Apa hubungannya dengan daya?

Dengan demikian anda tidak perlu memaksa AC di ruangan anda bekerja habis-habisan, mungkin di jalan anda bisa sedikit membuka jendela mobil dan menikmati hembusan angin dan udara luar, mengurangi penggunaan AC (yang terakhir ini tidak berlaku di Jakarta).

Produk AC mutakhir, menurut iklannya, hanya menggunakan sedikit daya. Tapi menurut saya, segala hal yang bekerja pada 300 Watt keatas, dan fungsinya hanya bisa dinikmati segelintir manusia adalah hal yang cukup boros.

Lagipula beda temperatur didalam ruangan ber AC dengan kondisi luar ruangan yang ekstrim buruk bagi kesehatan, dan jika anda tidak pernah merasakan udara luar di jalanan… ayolah, anda bukan ikan.

10. Ada Apa Dengan Sapu Tangan.

Saya mau bikin film, judulnya “Ada Apa Dengan Sapu Tangan” gimana gak romantis tuh?

Kita akhiri kebohongan diatas. Sekarang kembali ke wanita muda yang cantik di tips nomor 9, mengambil selembar tisu dari pak yang ada di tasnya, menggunakan salah satu sudut kecil dari tisu tersebut untuk melap sedikit basah di bibirnya, meremas keseluruhan lembar tisu yang mayoritas masih kering itu dan membuangnya ke lantai.

Hujan belum berhenti, tapi saya memutuskan untuk keluar dari tempat itu, segera.

2 thoughts on “Tips Hijau Untuk Yang Tidak Terlalu Perduli Dengan Lingkungan

  1. hahahahaha… bener mas.. yang ada sumber daya sekarang cuman dihambur-hamburkan… tidak diefektifkan untuk manfaat yang semaksimal mungkin… kasihan anak-cucu kita nantinya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s