One Man One Tree

Pemerintah mencanangkan program untuk mengantisipasi Pemanasan Global, dengan berbagai nama: penanaman 1000 pohon, one man one tree, dan sebagainya. Sebagian dimaksudkan untuk dilaksanakan sporadis, sebagian dilaksanakan hanya sebagai kegiatan seremonial untuk suatu waktu saja, sebagian dimaksudkan untuk dilaksanakan oleh industri sebagian dimaksudkan untuk dilaksanakan oleh seluruh masyarakat.

One Man One Tree.

Maksudnya satu orang manusia menanam satu bibit pohon, yang mungkin akan tumbuh menjadi pohon beberapa tahun kemudian…

… apa pohon itu cocok ditanam di tanah itu… digalinya udah pas nggak dalemnya tuh?… perasaan gersang banget deh disini bro… bukannya disini mau dibangun jalan bro?… bukan, perasaan SPBU baru deh… SPBU? emang ada kendaraan yang bakal lewat sini?… lha, iya, ntar kan sebelah sana dibangun jalan, nggak setahun rame deh…

Beberapa hari kemudian…

… perasaan bibitnya banyak yang mati deh… kenapa ya?… ntah, eh duluan bro, mau ke kos si Agnes… hayo mau ngapain… ah mau tau aja you bro… awas hamil ntar!… ah si bro…

Jika satu orang anak manusia berjenis kelamin laki-laki lahir hari ini, itu berarti dalam satu masa dalam hidupnya dia akan meminta jatah beberapa meter tanah untuk menyenangkan istrinya dan melanjutkan keturunannya. Kemudian dia juga akan membutuhkan beberapa lajur aspal agar dia bisa memberi makan anak istrinya. Belum sepetak tanah untuk tempat bersemayam saat akhir hidupnya. Ada berapa anak manusia yang lahir setiap hari? Jika anak tersebut kelak menjadi seorang kaya, akankan cukup sepetak tanah untuk tempat tinggal pribadinya?

Di Kalimantan yang (mungkin oleh pemerintah Indonesia sendiri) dijuluki sebagai paru-parunya dunia, setiap tahun hutan tersingkirkan. Berhektar-hektar tanah menjadi milik pribadi. Individu-individu yang tidak mempunyai kredibilitas dengan mudah meminjam ratusan juta rupiah kepada bank-bank. Sebelum hutang tersebut jatuh tempo, tanah tersebut dipecah-pecah dan dijual ke berbagai pihak. Masyarakat yang cenderung polos dan buta hukum termakan bujuk rayu harga murah dan nota palsu, namun tidak pernah ada sertifikat atau bukti kepemilikan dalam bentuk apapun.

Dan masih banyak kasus tanah bodong dalam artian literal.

Tanah-tanah yang polos sekarang sudah berubah menjadi berhektar-hektar tanah haram, semua pihak mengaku memiliki, sementara sang penipu telah hilang menikmati Mercedes, BMW dan Volvo barunya (ya, juga istri baru).

Rakyat menjadi pemarah, pendendam, pembakar, pembunuh. Hukum? Bukankah sumber dari kenistaan ini adalah hukum itu sendiri?

Pemerintah (daerah), wakil rakyat dan para penegak hukum?

Pernah melihat buku daftar proyek pemerintah daerah? Kalau pernah berarti kita sudah tidak perlu bicara tentang pemerintah (daerah), wakil rakyat, dan para penegak hukum.

Dan jika ada seorang yang cukup naif untuk mengatakan bahwa mereka melanggar hukum, ada kemungkinan bahwa dia adalah orang yang kecewa karena tidak kebagian rejeki.

Dan anak-anak, ibu-ibu PKK, artis, selebritis, relawan, Pramuka, mahasiswa dan banyak orang-orang manis lainnya yang dengan semangat adi luhur, menanam pohon untuk mencegah pemanasan global… dua bulan kemudian, tanah tempat mereka memamerkan good will itu telah berubah menjadi hamparan semen dan beton.

One man one tree? Dengan segala hormat Bapak Presiden, semua petarung yang berakal sehat tahu, untuk mengalahkan musuh, kita harus bisa melihatnya.

2 thoughts on “One Man One Tree

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s