Pseudo Review of Books: Foreign Studies (Shusaku Endo)

Foreign Studies
Shusaku Endo 1965
Mark Williams (penterjemah Jepang – Inggris) 1989
Tuttle Publishing (bahasa Inggris) 1989, 2000
foreignstudies
Apa hubungan antara seorang mahasiswa Jepang dengan Marquis de Sade? Dengan ringan, tanpa pemikiran siapa pun bisa menjawab: tidak ada. Itu hanyalah jepang gila kurang kerjaan, sama dengan jepang-jepang lain yang kelihatan asing di tengah keramaian di sebuah negara bermil-mil jauhnya dari kampung halamannya.

Tapi Endo punya alasannya sendiri mengenai motif si karakter, Tanaka, kenapa dia jauh-jauh datang ke Lyon, Perancis, mengunjungi sebuah reruntuhan yang tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya: literatur asing.

Buku ini dibagi atas tiga bagian: bagian pertama, “Summer in Rouen”, berkisah seputar Kudo, seorang pelajar miskin yang dikirim untuk belajar ke Perancis tidak lama setelah kekalahan Jepang di perang Pasifik, merasa terasing dengan kehidupan sehari-hari, kebiasaan, norma sosial dan cara berpikir dari orang-orang asing yang ada di sekelilingnya.

Bagian kedua “Araki Thomas”, adalah tentang pelajar Jepang yang dikirim ke Jepang oleh gereja. Sumber masalahnya? Dia merasakan pertentangan antara semangat ke-Kristen-an dengan penetrasi yang agresif oleh gereja-gereja di Eropa ke Asia pada saat itu.

Bagian ketiga “And You Two” bercerita dengan semangat yang sama dengan bagian pertama dan menguasai lebih dari 70 persen isi buku. Di bagian ketiga ini pembaca boleh mulai membuat kopi dan duduk sambil makan roti.

Versi bahasa Inggris ini diterjemahkan oleh Mark Williams, seorang dosen studi tentang Jepang di Universitas Leeds, fakta bahwa dia seorang penterjemah berkomunikasi langsung dengan sang penulis bukanlah hal aneh kecuali di Indonesia.

Dan dalam buku ini Endo sendiri memberikan pengantar yang menyiratkan bahwa karakter-karakter yang ada di dalam buku ini bukanlah perwakilan langsung dari dirinya, bahwa dia sendiri, pada jamannya, adalah seorang yang tekun dan teratur sebagaimana normalnya seorang pelajar Jepang.

Tapi tetap saja, saat membaca novel-novel dari beberapa penulis Jepang, saya merasakan intensitas kehidupan dan pemikiran pribadi, segala fragmen dari tindakan dan kata yang terlintas terasa begitu nyata dan gelap. Saya lebih suka membandingkannya seperti ini, mengutip Simon Hunt dari film The Hunting Party: Ini adalah realitas, yang lainnya hanyalah televisi. Berbeda dengan novel-novel barat yang sepertinya memang ditulis untuk ditayangkan di bioskop, walaupun belum ada bioskop saat cerita itu ditulis.

Dalam “And You Two” Tanaka, terobsesi dengan studinya, mulai mempunyai pemikiran bahwa mahasiswa-mahasiswa Jepang yang lain yang ada di Perancis sebelum, pada saat yang bersamaan, atau yang datang sesudah dirinya, sebagian besar adalah orang-orang yang tidak mengerti tentang substansi, mereka hanya pengunjung yang pada akhirnya dapat mengambil keuntungan dari status “pernah belajar di Perancis”, mereka datang ke Perancis dengan terjadwal, mengunjungi tempat-tempat di Perancis dengan terjadwal, bersosialisasi dengan terjadwal, semua tentang mereka adalah manajemen studi. Mereka akan pulang ke Jepang dengan tubuh yang lebih gemuk, dengan oleh-oleh, kawin dengan putri rektor, dan menjadi dekan atau penulis terkenal di sana. Mereka dapat meniru spesifikasi tekhnisnya, segala yang dapat terukur, namun mereka sama sekali tidak mengerti budayanya dan memang tidak pernah mau mengerti karena itu bukan urusan mereka.

Menurut Endo inilah yang dihadapi para karakternya, mencoba menyelam lebih dalam dari rekan-rekan mereka sesama pelajar Jepang di Perancis, mencoba mengerti lebih dari apa yang ada di permukaan. Dan hal ini tidaklah mudah, Tanaka pada akhirnya dihadapkan dengan keragu-raguan atas pilihan-pilihannya dan dihancurkan oleh kesendiriannya. Dan baginya “ke-omongkosong-an” ini akan terulang pada individu menyedihkan selanjutnya, yang akan mengisi kamar hotelnya yang kotor.

Buku ini bisa dibaca oleh semua orang, tidak dibutuhkan pengetahuan pengetahuan tentang konteks-konteks dalam buku ini untuk menikmatinya sebagai sekedar “buku cerita”. Tapi buku ini membawa pemikiran yang cukup berharga tentang pemikiran para pelajar asing, terutama pelajar Jepang di Perancis, mengenai masuknya agama Kristen ke Jepang, asimilasi budaya Asia dan Eropa, tema-tema tentang bawah sadar dan konsep jiwa yang diusung oleh agama Budha di Asia dan perbedaannya dengan konsep kejiwaan yang diusung oleh agama Kristen yang dipopulerkan oleh Freud.

Dan itu hanyalah sedikit fragmen dari sekian banyak dimensi lain yang bisa ditemui di dalamnya.

Aman Untuk Usia: Remaja dan Dewasa (Beberapa kecenderungan sadisme seksual Marquis de Sade dimuat di buku ini)
Target Pembaca: Dewasa
Faktor Kesenangan Membaca Relatif: 6/10
Faktor Kepuasan Membaca Relatif: 8/10
Nilai Buku Relatif: 7/10
Skor Blackenedgreen Relatif: 7/10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s