Arti Penting Steve Jobs

Daniel Lyons
Newsweek Juni 2009
Terjemahan

Saya baru saja menghabiskan waktu satu jam untuk mengantri di toko Apple untuk membeli produk yang tidak saya butuhkan. Barang kelas atas itu adalah iPhone 3GS, dan harganya $299, dan saya mengantri walaupun saya sudah memiliki iPhone 3G model tahu lalu, belum lagi BlackBerry yang dikeluarkan oleh NEWSWEEK, sebuah Nokia, dan Palm Pre baru, walaupun kredit. Kenapa saya melakukan semua ini? Karena, iPhone yang baru mempunyai prosesor yang lebih cepat daripada pendahulunya, dan kamera yang lebih baik, juga bisa merekam video. Barang ini juga mempunyai lebih banyak memori, jadi saya bisa membawa lebih banyak lagu atau film. Namun sesungguhnya saya melakukan semua ini karena saya percaya apapun yang dikeluarkan oleh orang-orang di Apple akan memiliki kualitas yang pantas dengan harga yang ditawarkan. Saya melakukannya karena saya selalu mau memiliki yang terbaru dan terhebat dari Apple. Anda lihat, Apple dan konsumen setianya (seperti saya) telah membuat kesepakatan: Apple akan selalu mengembangkan produknya dalam tenggang waktu yang singkat, dan membunuh produk-produk tuanya. Sebagai balasan, kami akan selalu membeli apapun yang mereka buat.

Ditengah-tengah semunya ini, sebagian orang berpikir apakah Apple akan lebih baik jika Steve Jobs tidak kembali setelah absen karena sakit. Jobs, CEO Apple yang penuh visi, telah absen sakit selama 6 bulan dan telah melakukan transplantasi liver. Telah kembali bekerja, namun ada sebagian orang yang sepertinya berharap Jobs tidak kembali. Isu ini telah menjadi ramai di Wall Street Journal akhir-akhir ini, dengan memuji Tim Cook yang melakukan pekerjaan yang luar biasa selama pemimpin yang terkasih absen. Seorang analis Wall Street mengatakan bahwa kehilangan Cook akan lebih mengecewakan baginya daripada kehilangan Jobs. Selama Jobs absen, saham Apple telah naik 60 persen, dan perusahaan itu menjual 1 juta unit iPhone 3GS pada akhir minggu pertama produk tersebut diluncurkan.

Jadi siapa yang membutuhkan Steve Jobs? Terutama karena dia dikenal sebagai orang yang sulit. Dia menciptakan budaya korporasi yang aneh terkait kerahasiaan tentang kesehatannya dan segala hal lainnya di Apple, seperti yang disampaikan oleh New York Times.

Kolumnis dari Times, Joe Nocera lebih jauh mengatakan bahwa jika Jobs dan para direkturnya tidak mau berterus terang atas kesehatannya, maka mereka bersalah karena “melalaikan tugas” dan harus dipaksa untuk mengundurkan diri.

Ok, harus diakui bahwa Jobs adalah orang yang menyebalkan, kebanyakan dari kita mungkin tidak mau berkerja untuknya, atau tinggal bertetangga dengannya, atau harus menegosiasikan sebuah perjanjian dengannya. Dia manja dan arogan, dan mempunyai karakter yang buruk. Tapi dia juga brilian. Antrian di depan toko Apple? Bukan diciptakan oleh Tim Cook. Bukan juga Phil Schiller, kepala pemasaran Apple, atau Ron Johnson, bos retail yang menjalankan toko-toko, atau bahkan Jon Ive, Ahli desain dari Apple. Steve Jobs lah yang membuat orang-orang itu mengantri, dialah yang mempunyai visi. Dialah yang menginspirasi para penggemar.

Cook adalah manajer yang hebat, seorang pesulap terkait pengaturan rantai persediaan dan menjaga kereta tetap berjalan tepat waktu. Dia penting bagi Apple. Jobs tidak dapat melakukan apa yang dilakukan oleh Cook, demikian juga sebaliknya. Faktanya Apple membutuhkan keduanya. Maafkan saya atas analogi ini: jika anda telah melihat film Star Trek yang terbaru, dan anda akan mengerti bagaimana Cook dan Jobs bekerja sama. Cook adalah Spock: tenang, mengedepankan pemikiran, metodis. Dia adalah perbandingan Apolonian terhadap Kirk, Dionisian yang keras kepala. Kirk itu impulsif tapi tidak ada yang menolak kenyataan bahwa dia, bukan spok, yang seharusnya menjadi kapten kapal.

Begitu juga dengan Apple dan Steve Jobs, bahkan lebih. Apple adalah Steve, Steve adalah Apple. Tidak ada CEO yang sebegitu pentingnya terhadap perusahaan seperti Jobs dan Apple. Saya akan berargumen lebih jauh, bahwa tidak hanya Apple butuh Steve Jobs, dunia juga membutuhkannya. Di masa dimana penemuan di bidang tekhnologi semakin cepat, begitu cepat sehingga kita sering merasa tenggelam, kita membutuhkan seseorang yang dapat mempaketkan tekhnologi, membuatnya tersedia untuk kita dengan cara yang sederhana, berguna, dan dapat diandalkan. Ada berapa hal dalam hidupmu yang bekerja sebaik Macintosh mu, atau iPod mu, atau iPhone mu? (diluar fakta kualitas jalur AT&T yang jelek.)

Jadi, ya, saya mengantri untuk mendapatkan iPhone baru. Segera setelah saya mendapatkannya, di toko itu saya mengetikkan akun MobileMe saya, jasa online Apple, dan melihat saat seluruh kontak e-mail, kalender, dan bookmark terbang melalui udara dan mengisi iPhone baru saya. Seperti Sihir. Tanpa halangan.

Lalu saya kembali ke kantor dan mencoba menulis artikel ini dalam komputer yang berjalan dengan Windows 7 versi beta. Saya tengah menulis sebuah paragraf saat komputer itu berhenti bekerja, tanpa alasan yang jelas. Saya hidupkan kembali, menulis ulang paragraf dan komputer tersebut membeku lagi tanpa sebab. Saat itu saya menyerah dan menulis artikel itu dalam MacBook Pro saya, notebook yang mahal namun sangat kuat, berjalan dengan sistem operasi yang tidak pernah gagal berkerja. Saya tidak tahu apa yang membuat suatu sistem operasi lebih baik daripada yang lain, namun saya tahu dibutuhkan seseorang yang mempunyai otoritas yang terus menerus mengatakan kepada para tekhnisi bahwa sesuatu tidak cukup baik, kembali dan lakukan hal yang lebih baik. Dan kawanku, itulah alasan kenapa Apple dan kita semua membutuhkan Steve Jobs.

One thought on “Arti Penting Steve Jobs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s