INGIN MENGEHEMAT ENERGI? BERPIKIRLAH SEPERTI ORANG JEPANG

Daniel Gross
Newsweek June 2009
terjemahan

Sejak awal saya sudah curiga ada yang salah ketika kami, kelompok jurnalis yang berkeliling Jepang selama 10 hari sampai di perusahaan media Nikkei, dan para rekan kami dari Jepang, para kolumnis dan editor minta maaf karena tidak menggunakan dasi. Kami telah menerima instruksi bahwa pertemuan ini bersifat bisnis formal, jas dan dasi. Namun setelah beberapa menit kami mengerti kenapa para rekan kami dari Jepang berlaku kasual. Pendingin udara di dalam kantor baru mereka di Tokyo tampak tidak bekerja sebagaimana mestinya. Panas dan lembab seperti di Miami.

Berjalan-jalan dengan kendaraan umum di seputar kota, saya pikir saya sedang berhadapan dengan epidemik kerusakan pengatur udara. Pemandangan karyawan Jepang tanpa dasi menyambut orang-orang Amerika yang basah oleh keringat terjadi juga di Kementerian Luar Negeri, Bank Jepang, dan markas Partai Demokrat Jepang. Ruang konfrensi di Federasi Besi dan Baja Jepang seperti sauna. Ini adalah misteri, karena Jepang juga terkenal karena 1) formalitas bisnis dan 2) mengembangkan tekhnologi pendingin.

Namun segera misteri ini terpecahkan. Jepang telah menyambut tekhnologi dan praktek yang mengurangi emisi dan memerangi pemanasan global dengan antusias. Jepang menemukan kendaraan hybrid (berjalan dengan lebih dari satu sumber energi), mempunyai sistem transit massa yang luas, dan menggunakan tenaga angin. Tahun 2005 Menteri Lingkungan Yuriko Koike, seorang politisi wanita yang terkenal, berusaha mencari cara untuk memotong penggunaan energi. Dan dia menawarkan kampanye Cool Biz. Idenya: pemerintah akan memotong pengeluaran dengan menyesuaikan pengatur udara di bangunan-bangunannya pada 28 derajat Celcius – 82.4 derajat Fahrenheit – selama musim panas. Dengan cepat hasil didapat dan juga diadaptasi oleh para pengusaha. Sejak ahli energi Jepang menyadari bahwa hanya dengan membuka kancing pada kerah baju dapat membuat orang merasa 4 derajat lebih dingin, cara berpakaian seperti ini telah menjadi bagian dari mentalitas Cool Biz. Orang yang kami temui minggu ini masih menggunakan jas, dasi dan kancing lengan panjang adalah orang-orang Amerika – diplomat di kedutaan dan promotor dari Kamar Dagang Amerika di Jepang.

Penemu Cool Bis menerapkan apa yang diajarkannya. Koike adalah Hillary Clinton-nya Jepang, mantan reporter di televisi, dia bekerja sebagai menteri pertahanan wanita Jepang yang pertama dan kemudian gagal menjadi pemimpin di partainya. Dia masih mencoba mendobrak atap besi Jepang. Kami mengunjungi Koike di dalam kantor distriknya yang begitu panas, membicarakan politik sementara sebuah klip mengulas karir penyiarannya di televisi. “Sangat penting bagi kita untuk menciptakan masyarakat yang menggunakan sedikit karbon,” katanya “akan membuat ekonomi kita semakin makmur.” saat kami keluar dari gedung itu, menemukan kelegaan ditengah udara sore, Koike berlalu dalam sebuah Prius.

Jangan salah mengerti. Menaikkan termostat di musim panas dan menurunkannya di musim dingin adalah cara yang baik untuk mengurangi penggunaan energi dan melawan pemanasan global. Tapi jika kita harus melalui jalan ini sebagai komunitas bisnis global, kita bisa mempertimbangkan untuk mengijinkan para profesional pergi berkerja dengan celana pendek dan kaos.

Dan saya sadar bahwa Cool Biz bisa jadi tidak produktif bagi Jepang. Jepang mungkin sedang mengalami krisis existensial. Ekonominya tumbuh dengan lamban selama lebih dari satu dekade, dan populasinya berkurang. Seakan-akan bangsa tersebut telah kehilangan kapasitasnya untuk berkerja keras dan ber-reproduksi.

Kiyoaki Fujiwara, direktur biro kebijakan ekonomi dari Federasi Bisnis Jepang, menunjukkan sebuah tabel yang begitu jelas menunjukkan penurunan populasi yang tajam selama 50 tahun kedepan dan efek ekonomi yang buruk sebagai akibatnya. Tapi mungkin ada hubungan antara isu demografi/ekonomi Jepang dengan program Cool Biz. Dalam sebagian besar dari tahun ini, panas di dalam ruangan menyerap keinginan untuk membuat rencana bisnis atau meningkatkan populasi. Sebagaimana yang pernah dikatakan seorang ahli Jepang yang terkenal Cole Porter “It’s Too Darn Hot.”

2 thoughts on “INGIN MENGEHEMAT ENERGI? BERPIKIRLAH SEPERTI ORANG JEPANG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s