Kenapa Baterai Laptop Anda Mati Begitu Cepat

Daniel Lyons
Newsweek
18 Juni 2009
(Terjemahan)

Bayangkan jika para produsen mobil berkumpul bersama dan mulai menghitung konsumsi bahan bakar dari mobil-mobil dengan test canggih versi mereka sendiri – dimana mobil-mobil dijalankan menuruni bukit dengan mesin pasif. Tiba-tiba mereka membuat klaim yang cukup luar biasa: SUV seberat 3 ton itu mampu berjalan sejauh 480 kilometer hanya dengan 4 liter bahan bakar! Dan mobil yang ini bahkan bisa mencapai 800 kilometer! Tercetak kecil dibawah stiker jendela sebuah klausa yang menyatakan bahwa, tentu saja, angka ini relatif.

Gila bukan? Namun hal seperti itu juga terjadi dengan laptop dan daya tahan beterenya. Pernah melihat selebaran yang mengiklankan sebuah laptop merk Dell seharga $599 yang beterenya mampu bertahan “sampai 5 jam dan 40 menit”? Tercetak jauh dibawah, di sudut, sebuah klausa yang berbunyi “daya tahan batere bervariasi” berdasarkan sekumpulan faktor. Terjemahannya: anda tidak akan pernah mendapatkan 5 jam dan 40 menit itu kawan. Tidak akan pernah, bahkan mendekati pun tidak.

Jadi bagaimana bisa Dell dan pengiklan membuat klaim itu? Angka daya tahan batere ini didasarkan pada test standar yang dinamakan MobileMark 2007 (MM07). Test ini dibuat oleh konsorsium yang dinamakan BAPCo (Business Application Performance Corp.), yang anggota-anggotanya terdiri dari – tebak saja – produsen-perusahaan komputer dan tekhnologi. AMD, produsen mikroprosesor nomor 2 di dunia adalah anggota BAPCo, namun kini telah mengambil posisi sebagai informan. Menurut AMD para produsen komputer sangat memahami bahwa rangkaian test itu menghasilkan angka-angka yang tidak dapat dipercaya, namun mereka tetap menggunakannya.

Laptop memperolah hasil test yang baik karena saat uji coba layar digelapkan sampai 20 persen, Wi-Fi dimatikan, dan prosesor hanya menggunakan 7.5 persen dari kapasitasnya – seperti mobil-mobil yang berjalan menuruni bukit tadi. Para ahli dan orang dalam di industri telah mengetahui sejak lama bahwa klaim resmi mengenai daya tahan batere adalah omong kosong. Tapi masyarakat tidak tahu. Hasilnya sebagian orang berhasil dibujuk oleh para tenaga penjual untuk membeli unit-unit yang lebih mahal dengan iming-iming daya tahan batere yang lebih lama. Para konsumen membayarkan harga untuk barang mewah dan tidak mendapatkan apapun. “Hanya ada tiga versi untuk akhir dari cerita ini” kata Patrick Moorhead, wakil pimpinan penjualan pada AMD. “Entah industri yang mengatur diri mereka sendiri, atau FTC (Komisi Perdagangan Federal) datang dan mengatur kami, atau kami diserang class-action. Saya sarankan industri memilih opsi pertama.”

AMD merekomendasikan agar produsen komputer mengadopsi cara baru untuk mengukur daya tahan batere, menggunakan dua ukuran: “masa aktif” dan “masa istirahat,” sama dengan cara produsen telepon selular mendeskripsikan “talk time” dan “standby time” dari sebuah telepon genggam. Seorang eksekutif dari Dell mengatakan bahwa pendekatan itu masuk akal, dan bahwa perusahaan tersebut mempertimbangkan untuk memberikan informasi tambahan diluar nilai MM07 bagi pelanggan. “Pelanggan mengharapkan bahwa daya tahan batere yang diiklankan merefleksikan situasi yang sesungguhnya saat mereka menggunakan produk tersebut,” kata Ketan Pandya, yang mengepalai divisi produk Dell yang berbasis AMD.

AMD tidak melakukan semua ini atas dasar pengorbanan. Masalah sesungguhnya adalah bahwa MM07 memberikan Intel, sang pesaing utama, keuntungan yang tidak adil. AMD mengklaim bahwa MM07 diciptakan di lab Intel dan dimodifikasi sehingga chip milik Intel akan memiliki peringkat yang lebih baik daripada AMD, karena chip AMD memakan lebih banyak daya ketika pasif. (Menurut AMD dalam penggunaan yang sesungguhnya laptop yang menggunakan chip AMD mempunyai performa yang sebanding dengan Intel.) AMD juga menyampaikan bahwa pimpinan BAPCo kebetulan merupakan kepala uji performa pada Intel.

Intel menytakan bahwa semua ini adalah omong kosong. Seorang juru bicara Intel mengatakan bahwa hanya karena kepala konsorsium adalah seorang eksekutif di Intel tidak berarti Intel memiliki pengaruh khusus. Dan dia tidak dapat menolak godaan untuk menyerang AMD: “Seringkali anda menemukan perusahaan yang terbelakang dalam hal performa menentang hasil uji yang didasarkan pada standard yang independen.”

Intel dan AMD adalah sumber keramaian dalam industri komputer, dengan AMD selalu memprotes bahwa Intel bermain curang dan Intel yang merespon agar AMD berhenti merengek. Namun akhir-akhir ini AMD telah berhasil memukul Intel. Pada bulan Mei, regulator anti monopoli di Eropa menampar Intel dengan denda sebesar $ 1.45 milyar, menyatakan bahwa Intel menggunkan startegi curang untuk menjatuhkan AMD (Intel berencana untuk banding).

Sementara itu di pasar, klaim batere yang gila-gilaan tetap bertahan. Dell menyatakan notebook Adamonya yang berharga $2000 akan bertahan selama lebih dari 5 jam, namun Wall Street Journal hanya mendapatkan 2 jam dan 44 menit. Apple mengklaim 8 jam untuk MacBook Pro 17 inci yang berharga $2800, namun CNET hanya mendapatkan 4 jam dan 14 menit. Hal ini begitu umum sehingga para pengulas profesional menganggap klaim daya tahan batere yang dihasilkan oleh perusahan komputer sebagai komedi. “Hitung-hitungannya adalah, dalam penggunaan nyata, anda hanya mendapatkan 50 persen daya tahan batere,” kata Mark Wilson, seorang editor untuk Gizmodo. “Bukannya perusahaan-perusahaan tersebut berbohong, tapi mereka memainkan kartu untuk keuntungan mereka. Klaim yang mereka buat menipu publik.” Ingat semua ini saat anda belanja laptop.

7 thoughts on “Kenapa Baterai Laptop Anda Mati Begitu Cepat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s