Lanjut ke konten

TEMPAT-TEMPAT DENGAN POLUSI TERBURUK DI DUNIA

Januari 6, 2010

Blackenedgreen tidak membuat daftar: artis paling top 2009, wanita paling seksi 2009, album musik paling keren 2009, mobil paling ngetrend 2009, film Indonesia paling ngejreng, hal-hal yang paling dari seluruh dunia. Ada jutaan daftar-daftar seperti itu, dengan kesadaran bahwa masing-masing pihak di dunia ini punya selera dan agenda masing-masing mulai dari ekspresi selera pribadi sampai yang benar-benar remeh temeh.

Daftar berikut bukanlah rekaan Blackenedgreen, namun kutipan yang diterjemahkan dari majalah TIME, untuk pembaca blog berbahasa Indonesia, karena Blackenedgreen punya “agenda”. TIME beberapa tahun lalu pernah memuat artikel yang menyatakan bahwa Jakarta adalah salah satu tempat di dunia yang paling tidak layak untuk dijadikan tempat bermukim.

Silahkan lihat daftar ini dari sudut pandang anda.

TEMPAT-TEMPAT DENGAN POLUSI TERBURUK DI DUNIA

Naskah asli oleh Brian Walsh untuk TIME
Yang anda baca di blog ini adalah terjemahan bebas, kontekstual dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia oleh Blackenedgreen.

1 dari 10
Linfen, Cina
foto:Reinhard Krause / Reuters
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 3.000.000
Jenis Polutan: Batubara dan partikel
Sumber Polusi: Mobil dan emisi industri

Kota kelam di propinsi Shanxi di pusat Cina ini membuat London di era Charles Dickens kelihatan asri bagaikan taman alam. Shanxi adalah pusat dari jalur batur bara Cina, dan perbukitan di sekitar Linfen dipenuhi tambang, baik resmi mapun gelap, dan udara dipenuhi abu. Jangan jemur pakaian disini – warnanya akan berubah jadi hitam sebelum kering. Agen Perlindungan Lingkungan milik negara di Cina menyatakan bahwa Linfen mempunyai kualitas udara terburuk di negeri tersebut, tentu saja, Bank Dunia melaporkan bahwa 16 dari 20 kota dengan polusi terrburuk di dunia adalah milik Cina. Seorang warga Linfen merangkumkan situasi kotanya kepada seorang reporter TIME tahun lalu: “tempat kami ini tak ada bagus-bagusnya.”

2 dari 10
Tianying, Cina

Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 140.000
Jenis Polutan: Timah dan logam-logam berat lainnya
Sumber Polusi: Tambang dan pabrik

Sebuah kota industri – walaupun sebenarnya hanya ada satu jenis kota diseluruh Cina; kota industri – di batas timur laut Cina, Tianying memproduksi setengah dari keseluruhan timah Cina. Akibat tekhnologi yang terbelakang dan peraturan yang buruk, kebanyakan dari limbah logam berakhir di air dan tanah Tianying, dan dalam aliran darah anak-anak yang menyebabkan penurunan IQ. Timah yang ditemukan pada gandum 24 kali lebih tinggi dari standar Cina, yang sebenarnya lebih ketat daripada peraturan Amerika atas timah. “Cina mempunyai komitmen terhadap perlindungan lingkungan, tapi juga mempunyai komitmen kepada industri,” kata Richard Fuller dari Institut Blacksmith. “Tarik menarik ini selalu dimenangkan oleh industri.” tambahnya.

3 dari 10
Sukinda, India
foto: Chandra Bhushan / Centre for Science and Environment
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 2.600.000
Jenis Polutan: Hexavalent chromium, dan logam-logam lain
Sumber Polusi: Tambang dan pabrik chromite

Jika anda pernah menonton Erin Brokovich, anda akan tahu apa arti hexavalent chromium: logam berat yang jahat digunakan untuk memproduksi stainless steel dan memproses kulit yang bersifat carcinogenic (dapat menyebabkan kanker) jika dihirup atau ditelan. Di Sukinda, dimana terdapat tambang bijih chromite terbesar di dunia, 60 persen dari air minum mengandung hexavalent chromium dua kali lebih banyak dari standar internasional. Sebuah LSM di India memperkirakan ada 84,75 persen kematian di area pertambangan – tempat dimana segala peraturan tidak berlaku – yang terkait dengan penyakit yang diakibatkan oleh chromite. Sama sekali tidak ada usaha untuk membersihkan kontaminasi.

4 dari 10
Vapi, India
foto: Amit Shanker
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 71.000
Jenis Polutan: Kimia dan logam berat
Sumber Polusi: Pusat industri

Jika lingkungan di India secara keseluruhan lebih sehat daripada tetangganya, Cina, hal itu karena India berkembang lebih lambat. Namun hal itu telah berubah, dimulai dari kota seperti Vapi, yang terletak di ujung selatan dari rangkaian pusat industri sepanjang 400 km. Bagi warga, harga dari pembangunan terlampau buruk: tingkat merkuri pada air tanah di kota tersebut dilaporkan 96 kali lebih tinggi daripada tingkat aman WHO, dan logam berat terserap ke udara dan produk-produk lokal. “Bencana,” kata Fuller.

5 dari 10
La Oroya, Peru
foto: Mathew Burpee
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 35.000
Jenis Polutan: Timah, tembaga, seng, dan sulfur dioksida
Sumber Polusi: Tambang dan pabrik logam berat

Timah adalah kontaminan yang paling sering muncul dalam daftar Blacksmith karena akibatnya bagi anak-anak begitu mematikan. Di La Oroya, kota tambang di pegunungan Andes di wilayah Peru, 99 persen anak-anak terkontaminasi timah pada darahnya yang melebihi batas wajar, semua akibat pusat peleburan yang dimiliki oleh Amerika yang telah mengotori kota tersebut sejak tahun 1922. Tingkat kontaminasi timah rata-rata, menurut survey 1999, adalah tiga kali lipat dari batas WHO. Bahkan setelah emisi aktif dari pusat peleburan dikurangi, timah yang mengendap akan tetap berada di tanah La Oroya selama berabad-abad – dan sampai saat ini belum ada rencana pembersihan.

6 dari 10
Dzerzhinsk, Russia
foto: Vladimir Smirnov / Itar-Tass / Landov
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 300.000
Jenis Polutan: Kimia dan limbah beracun, termasuk sarin dan gas VX
Sumber Polusi: Pabrik senjata jaman perang dingin

Warisan dari program senjata perang dingin telah meninggalkan kerusakan lingkungan di bekas wilayah Uni Soviet, namun Dzerzhinsk adalah yang terburuk. Agen perlindungan lingkungan yang berpusat di kota tersebut memperkirakan hampir 300.000 ton sampah kimia – termasuk beberapa racun saraf paling berbahaya yang dikenal manusia – telah dibuang secara sembarangan di Dzerzhinsk antara tahun 1930 sampai 1998. Bagian dari air di kota tersebut terinfeksi dioxins dan phenol pada tingkatan yang dilaporkan sampai 17 juta kali lebih tinggi dari batas aman. Guinness Book of World Records menyebut Dzerzhinsk sebagai kota dengan polusi kimia terburuk di dunia, dan pada tahun 2003 tingkat kematian melebihi tingkat kelahiran sebesar 260 persen.

7 dari 10
Norilsk, Russia
foto: Sergey Ponomarev / AP
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 134.000
Jenis Polutan: Polusi udara – partikel, sulfur dioksida, logam berat, phenols
Sumber Polusi: Tambang dan pabrik nikel dan besi

Norilsk didirikan pada tahun 1935 sebagai tempat tinggal budak-budak pekerja, dan kehidupan disana terus memburuk sejak saat itu. Pusat dari kompleks peleburan besi terbesar di dunia, labih dari 4 juta ton cadmium, tembaga, timah, nikel, arsenic, selenium, dan seng dilepas ke udara setiap tahun. Sampel udara melampaui batas yang normal baik untuk tembaga maupun nikel, kematian akibat penyakit pernafasan jauh lebih tinggi daripada Rusia secara keseluruhan. “Dalam radius 48 km dari kompleks peleburan besi, tidak ditemukan satupun pohon yang hidup, ini adalah tanah mati.” kata Fuller.

8 dari 10
Chernobyl, Ukraine
foto: Viktor Drachev / AFP / Getty
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: perkiraan awal adalah 5,5 juta namun masih diperdebatkan.
Jenis Polutan: Radiasi
Sumber Polusi: Kebocoran nuklir

Ketika Chernobyl bocor pada 26 April 1986, pabrik yang hancur itu melepaskan radiasi 100 kali lebih banyak daripada bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki. Saat ini zona kontaminasi seluas 30 km disekitar pabrik masih belum dapat didiami, dan antara 1992 sampai 2002 lebih dari 4000 kasus kanker thyroid terdiagnosa pada anak-anak Rusia, Ukraina, dan Belarusia yang pernah tinggal di zona kontaminasi. “Insiden itu adalah kecelakaan industrial terbesar di dunia,” kata Fuller. “Kontaminasi akan tetap ada sampai puluhan ribu tahun kedepan.” Saat ini usaha masih dilakukan untuk mencegah kebocoran radiasi yang lebih luas dari pabrik mati tersebut.

9 dari 10
Sumgayit, Azerbaijan
foto: Andy Johnstone / Panos
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 275.000
Jenis Polutan: Kimia Organis, minyak dan logam berat
Sumber Polusi: Petrokimia dan kompleks industri

Sebuah warisan dari ketidakpedulian Uni Soviet terhadap lingkungan – Stalin pernah berkata dengan pongah bahwa dia bisa memperbaiki kesalahan-kesalahan alam – Pabrik-pabrik yang banyak dijumpai di Sumgayit saat masih beroperasi, melepaskan sebanyak 120.000 ton emisi berbahaya, termasuk merkuri, ke udara setiap tahun. Kebanyakan dari pabrik-pabrik tersebut telah ditutup, namun polutan masih tinggal – dan tidak seorangpun mau bertanggung jawab. “Tempat ini adalah tempat pembuangan limbah raksasa,” kata Fuller.

10 dari 10
Kabwe, Zambia
foto: Blacksmith Institute
Potensi Jumlah Manusia Yang Terkena Dampak: 225.000
Jenis Polutan: Timah dan cadmium
Sumber Polusi: Tambang dan pabrik timah

Ketika kandungan timah yang kaya ditemukan didekat Zimbabwe pada tahun 1902, Zambia masih berstatus koloni Inggris dengan nama Rhodesia Utara, dan hampir tidak ada perhatian terhadap pengaruh dari logam beracun terhadap penduduk asli Zambia. Sepuluh tahun kemudian keadaan tidak membaik, dan meskipun tambang-tambang tersebut sudah tidak beroperasi lagi, tingkat polusi timah di Kabwe sangat tinggi. Rata-rata tingkat kontaminasi timah pada anak-anak adalah 5 sampai 10 kali lebih tinggi daripada standar yang ditetapkan Agensi Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, bahkan cukup tinggi untuk menyebabkan kematian. “Kami melakukan pemeriksaan darah terhadap anak-anak ini, akibatnya peralatan kami malah rusak,” kata Fuller. “Ada sejarah panjang yang buruk disini.” Namun ada secercah harapan: Bank Dunia baru saja mengalokasikan US$ 40 juta untuk proyek pembersihan.

Versi asli (online) dari artikel ini dan bagaimana daftar ini disusun dapat anda temukan disini.

Disclaimer:
All images are the property of their respective owners, and provided with each photos respectively. The inclusion of the photos within this translated article of the original which is owned by TIME magazine is for the sole purpose of conveying meanings and the purpose of the original article (which link is also provided here). Should there be any problem for the usage of any materials in this blog’s article, compelling me to remove them, please notify me through my email: tumpalponti@gmail.com , and I will execute the necessary requested actions. Blackenedgreen gained no profit in any kind whatsoever in publishing this article in this personal blog.

7 Komentar leave one →
  1. Januari 6, 2010 4:33 pm

    Pyuh untung saja kota tempat tinggal saya di Tulungagung ngga’ masuk dalam kategori kota dengan polusi terburuk.

    • Januari 6, 2010 4:40 pm

      Masih bisa nafas lah di Tulungagung, mudah-mudahan kondisinya tidak berubah cepat, seperti kota-kota lain di Indonesia… panas!

  2. Januari 7, 2010 3:57 pm

    Amin 919x.

  3. Januari 7, 2010 11:47 pm

    Bagus mas, saya dukung anda dengan posting hal seperti ini. Lebih bermanfaat daripada hal2 ttg kecantikan yang mengundang syahwat. Dengan begini, kita kan bisa lebih sadar diri tentang bumi yang kita tempati sudah makin kritis karna ulah manusia itu sendiri.
    Menyedihkan…

    • Januari 8, 2010 1:53 pm

      walapun posting hal-hal yang mengundang syahwat menarik juga sih ;)

      menyedihkan memang, tapi terkadang tidak berdaya juga…

  4. Januari 11, 2010 4:20 am

    Menarik tp bikin kita berpikir mesum aja. Mending yang kayak mas tulis aja tuh, bisa menggugah hati nurani.. Mari perbaiki bumi yang sudah dirusak oleh kita sendiri.. ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: