KUIS UNTUK MENGUBAH HIDUP ORANG ATEIS
Penulis: Daren Butler
Editor (English): Dominic Evans
Reuters 3 Juli 2009
Terjemahan
Apa yang terjadi jika seorang Imam agama Islam, Pendeta agama Kristen, dan Pendeta Budha dikumpulkan ke dalam satu ruangan yang penuh dengan orang-orang ateis?
Stasuin televisi Turki, Kanal T berharap hal ini akan menaikkan rating saat mereka menyiapkan sebuah pertunjukan kuis dimana pemimpin spiritual dari 4 aliran kepercayaan akan mencoba merubah pendirian sekelompok orang yang tidak percaya.
Hadiah dari kuis tersebut adalah perjalanan ke tempat-tempat suci yang sesuai dengan pilihan agama mereka masing-masing – Mekah untuk Muslim, Vatican untuk orang Kristen, Yerusalem untuk Yahudi dan Tibet untuk Budha.
Namun para pemimpin agama di Turki yang didominasi Islam yang beraliran sekular tidak terkesan dengan dengan format pertunjukkan kuis realita baru ini dan Direktorat Urusan Keagamaan menolak untuk menyediakan seorang Imam untuk pertunjukkan tersebut.
“Melakukan hal seperti ini atas nama rating adalah sebuat penghinaan terhadap semua agama. Agama seharusnya tidak menjadi subjek dari sebuah acara hiburan,” dikatakan oleh Pimpinan Majelis Tinggi Urusan Keagamaan, Hamka Aktan, pada kantor berita nasional, Anatolian, setelah berita mengenai acara tersebut muncul.
Para pembuat “Kompetisi Para Pentaubat” tidak menyesal dan menolak klaim bahwa pertunjukkan tersebut, dijadwalkan untuk mulai disiarkan di bulan September, akan merendahkan agama.
“Kami memberikan hadiah terbesar di dunia, hadiah kepercayaan kepada Tuhan,” dikatakan oleh kepala eksekutif Kanal T, Seyhan Soylu pada Reuters.
“Kami tidak setuju dengan orang-orang ateis. Tuhan itu maha besar dan tidak masalah agama mana yang kau percayai. Yang penting kau percaya,” kata Soylu.
Proyek ini memfokuskan perhatiannya pada isu identitas agama di Turki yang merupakan kandidat anggota Uni Eropa, dimana kelompok pembela hak asasi mengkhawatirkan kebebasan beragama bagi para minoritas non-Muslim.
Pengkritik dari partai yang berkuasa, partai AK, yang berakar dari politik Islam namun sekuler, beranggapan bahwa acara itu memiliki agenda ke-Islam-an yang tersembunyi, tuduhan ini ditolak.
Sekitar 200 orang telah mendaftar sejauh ini, dan 10 kontestan akan dipilih bulan depan.
Sebuah tim ahli agama akan memastikan bahwa para ateis adalah benar-benar ateis, tidak sekedar ingin menjadi terkenal atau mendapatkan liburan gratis.
borneoblogger
Citizens fight back against road conditions
kuis yang unik..
unik sungguh…